Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pramono Ajak Siswa SMP dan SMA Pilah Sampah, Fokus Ubah Perilaku Masyarakat
Selasa, 9 Juni 2026 11:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat program pemilahan sampah dengan melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang pengelolaan dan pemilahan sampah yang bertujuan mengubah perilaku masyarakat dalam menangani persoalan sampah.
Pernyataan itu disampaikan Pramono Anung saat menjawab pertanyaan mengenai rencana penerapan pemilahan sampah di lingkungan sekolah usai meresmikan Jakarta Urban Knowledge Hub di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).
"Mengenai pelibatan siswa SMA, SMP dan sebagainya untuk pilah sampah sesuai dengan Ingub nomor 5 tahun 2026 itu menjadi hal yang paling mendasar. Karena yang paling penting adalah merubah behavior, merubah karakter, merubah cara, merubah sifat orang dalam penanganan sampah," kata Pramono.
Serius Jalankan Program
Baca juga : Pramono Gandeng Cinta Laura Kampanyekan Gerakan Pilah Sampah
Program tersebut tidak hanya menyasar lingkungan sekolah, tetapi juga akan diperluas hingga ke tingkat keluarga sebagai bagian dari upaya membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dari berbagai lapisan menjadi kunci keberhasilan program tersebut agar pemilahan sampah dapat dilakukan sejak dari sumbernya.
"Dan Pemerintah DKI Jakarta dalam pilah sampah sesuai dengan Ingub tersebut dilakukan secara sungguh-sungguh. Bahkan kami sekarang sedang mempersiapkan bukan hanya melibatkan anak-anak SMP dan SMA, tetapi ini sudah menjadi kebutuhan keluarga untuk pilah sampah," ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar program pemilahan sampah secara masif di berbagai wilayah Jakarta. Pramono menilai metode penanganan sampah yang selama ini diterapkan sudah tidak lagi cukup untuk menghadapi volume sampah yang terus meningkat di ibu kota.
Baca juga : Pramono Gercep Bersihkan Pulau Sampah di Muara Angke
"Dan itu akan kami lakukan secara masif karena udah enggak bisa lagi penanganan sampah di Jakarta dengan cara-cara yang seperti sebelumnya," tegasnya.
Dukung PLTS
Selain mengurangi beban tempat pengolahan dan pembuangan akhir, program pemilahan sampah juga dinilai akan mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah yang tengah dipersiapkan Pemprov DKI Jakarta.
"Dengan pilah sampah maka persoalan untuk supply nanti ke pembangkit listrik tenaga sampah semakin mudah," katanya.
Tidak hanya untuk kebutuhan energi, sampah yang telah dipilah juga akan dimanfaatkan untuk berbagai program lingkungan lainnya. Salah satunya adalah pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pengembangan biopori yang direncanakan di kawasan Ciangir.
Baca juga : CFD Rasuna Said Digelar Lagi, Pramono Ajak Warga Aktif Pilah Sampah di Rumah
"Yang kedua juga bisa digunakan untuk kompos atau biopori atau apa pun yang akan kita kembangkan di Ciangir," ujar Pramono.
Gubernur DKI Jakarta menegaskan bahwa program pemilahan sampah merupakan bagian dari strategi penanganan sampah yang dilakukan secara menyeluruh.
Pemprov DKI Jakarta tidak ingin hanya berfokus pada satu aspek, melainkan membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
"Sehingga dengan demikian penanganannya tidak setengah setengah, penanganannya secara menyeluruh. Dan kami akan lakukan itu," tutup Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya