Dark/Light Mode

Pramono Gandeng Cinta Laura Kampanyekan Gerakan Pilah Sampah

Minggu, 7 Juni 2026 15:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, bersama Cinta Laura menghadiri kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). (Foto: Berita Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, bersama Cinta Laura menghadiri kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). (Foto: Berita Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, bersama Cinta Laura menghadiri kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memanfaatkan momentum CFD untuk mengampanyekan gerakan memilah sampah dari sumbernya. 

Program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang tengah digencarkan pemerintah daerah guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

"Hari ini juga kita gunakan momentum untuk Car Free Day di Rasuna Said ini untuk pilah sampah. Salah satu ambassador duta pilah sampah, adalah Cinta Laura yang memang mempunyai komitmen untuk pilah sampah dari awal, bukan karena Ingub 5 Tahun 2026, tetapi memang secara behavior keluarga itu sudah seperti itu," kata Pramono setelah meninjau CFD Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). 

Pramono mengatakan bahwa salah satu duta atau ambassador gerakan pilah sampah adalah Cinta Laura yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan. 

Kebiasaan Masyarakat

Baca juga : Pramono Gercep Bersihkan Pulau Sampah di Muara Angke

Pramono menegaskan bahwa tujuan utama menghadirkan figur publik sebagai duta pilah sampah adalah untuk membangun perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. 

"Apa yang ingin kami lakukan dengan mempunyai ambassador seperti Cinta Laura adalah habit atau behavior atau perilaku kita semua masyarakat, terutama untuk melakukan pilah sampah itu bukan hanya karena ada Ingub Nomor 5 Tahun 2026, tetapi memang sudah menjadi gerakan masyarakat," jelas Pramono. 

Menurutnya, kegiatan edukasi pilah sampah tidak hanya dilakukan di kawasan CFD Rasuna Said, tetapi juga di sejumlah titik lain seperti kawasan Sudirman-Thamrin. 

"Maka kenapa dalam Car Free Day, baik yang ada di Kuningan ini maupun di Sudirman-Thamrin, kita mengadakan kegiatan untuk pilah sampah," katanya. 

HUT Jakarta

Gubernur DKI Jakarta berharap sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta, gerakan pilah sampah dapat berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari sektor perhotelan hingga masyarakat umum.

Baca juga : Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Utamakan Dialog Damai

"Saya pengin benar-benar gerakan pilah sampah ini bukan menjadi gerakan yang hanya musiman karena adanya Ingub, tetapi sudah menjadi gerakan kebersamaan yang ada di masyarakat seluruh lapisan," tutur Pramono. 

Dia menilai pengelolaan sampah yang baik akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan perkotaan. Selain membantu mengurangi volume sampah, kebiasaan memilah sampah juga diyakini dapat mendukung upaya pengendalian pencemaran lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup warga.

Berhadiah Insentif Pajak

Dalam kesempatan yang sama, Pramono mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang aktif menjalankan program pilah sampah. Salah satunya melalui kompetisi yang menyasar sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).

"Yang akan terbaik, juara apa hadiahnya? Insentif pajak," kata Pramono. 

"Dan kami akan lombakan untuk itu supaya ini menjadi gerakan yang masif, yang memberikan dampak manfaat bagi masyarakat," tambahnya. 

Berhenti Mengeluh dan Mulai Bertindak

Baca juga : Zulhas: Kekayaan Alam Harus Dinikmati Rakyat

Sementara itu, Cinta Laura mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di Jakarta. Menurutnya, banyak anak muda yang sering mengeluhkan berbagai persoalan kota, namun belum sepenuhnya terlibat dalam perubahan perilaku yang diperlukan.

"Saya rasa kita sebagai penduduk Jakarta, terutama anak muda, memiliki kecenderungan untuk mengeluh. Mengeluh bahwa jalanan kotor, polusi udara memarah, TPA tidak bisa menampung sampah," ujar Cinta Laura. 

Namun, menurut Cinta, solusi terhadap persoalan tersebut harus dimulai dari kesadaran individu untuk mengubah kebiasaan sehari-hari dan mengambil tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

"Sampah itu bukan seharusnya menjadi sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawab kita lagi setelah kita buang ke tempat sampah. Kita harus memikirkan next level-nya, memilah sampah, agar fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah Jakarta itu bisa digunakan dengan baik," tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.