Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tampil Kompak Di KTT NATO
Trump Dan Erdogan Akrab Kayak Bestie
Jumat, 10 Juli 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Turki kembali menghangat. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tampak akrab di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Ankara.
Di balik kehangatan itu, Trump membuka peluang mencabut sanksi terhadap Ankara, sekaligus melanjutkan penjualan jet tempur F-35 Lightning II yang sempat terhenti sejak pembelian sistem pertahanan udara S-400 milik Rusia.
Erdogan menyambut langsung Trump di Bandara Ankara pada 7 Juli 2026. Keduanya berjalan berdampingan layaknya bestie (sahabat) lama. Pemerintah Turki menyambut Trump dengan pertunjukan udara berwarna merah, putih dan biru seperti warna bendera AS. Salah satu gedung baru bandara juga diberi nama Trump sebagai bentuk penghormatan.
Pemandangan itu menjadi simbol mencairnya hubungan Washington-Ankara yang sempat mendingin dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga : Sabrina Chairunnisa, Pindah Studi Ke Amerika, Bye-bye UI
Bagi banyak diplomat, tantangan terbesar sebelum KTT digelar adalah memastikan Trump bersedia menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin NATO.
Kehadiran Trump dinilai sebagai keberhasilan diplomatik bagi Ankara. Momentum itu dimanfaatkan Turki untuk meningkatkan posisinya di dalam NATO, sekaligus menyelesaikan sejumlah persoalan lama dengan Washington.
Trump mengaku hanya datang ke KTT NATO karena Erdogan menjadi tuan rumah. Pernyataan itu dianggap sebagai kemenangan diplomatik bagi Ankara yang selama ini berupaya mempererat hubungan dengan Washington DC.
Selama dua hari pertemuan, pada 7-8 Juli 2026, Trump beberapa kali memuji Erdogan.
Baca juga : Menteri PU Batalkan Kunjungan Ke Amerika
Dia juga bersedia mencabut sanksi AS terhadap Turki yang diberlakukan pada 2019 akibat pembelian sistem pertahanan udara Rusia S-400.
Tak hanya itu, Trump membuka peluang menjual jet tempur F-35 kepada Turki. Namun, dia mengaku belum mengambil keputusan final.
Erdogan menyambut hangat sikap Trump. “Saya berterima kasih kepada sahabat saya,” ujar Erdogan dalam konferensi pers usai bertemu Trump, dilansir Reuters.
Meski demikian, rencana pencabutan sanksi dan penjualan F-35 diperkirakan tidak mudah. Pemerintah AS masih harus menghadapi penolakan dari Kongres. Karena masih adanya ketentuan hukum yang melarang negara pengguna S-400 memperoleh teknologi pertahanan tertentu dari AS.
Baca juga : Maroko Vs Prancis, Singa Atlas Mau Balas Dendam
Selain itu, langkah Ankara juga berpotensi memicu persoalan dengan Rusia karena pembelian S-400 disertai kewajiban penggunaan oleh pembeli.
Sinyal positif dari Trump muncul beberapa pekan setelah pengadilan AS menyelesaikan perkara pidana yang telah berlangsung bertahun-tahun terhadap bank milik negara Turki, Halkbank.
Perkembangan tersebut juga berpotensi memperkuat posisi politik Erdogan di dalam negeri. Presiden Turki yang telah berkuasa selama lebih dari dua dekade itu belakangan menghadapi penurunan tingkat kepuasan publik berdasarkan sejumlah hasil survei.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya