Dark/Light Mode

Pemprov DKI Gelontorkan Rp 300 Miliar Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung

Jumat, 10 Juli 2026 16:07 WIB
Ilustrasi pembebasan lahan Ciliwung. (Foto: Zahra/RM)
Ilustrasi pembebasan lahan Ciliwung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp 300 miliar untuk mempercepat pembebasan lahan proyek normalisasi Kali Ciliwung pada 2026. 

Langkah ini dilakukan agar proses normalisasi sungai dapat terus berjalan. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau progres pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). 

"Saya mengecek progres pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung. Ini adalah kali kedua saya datang ke tempat ini dan alhamdulillah progresnya cukup baik," kata Pramono. 

Ia mengatakan kawasan yang sebelumnya kerap menjadi sorotan kini mengalami perubahan yang signifikan. Menurutnya, proses pembebasan lahan yang berjalan baik membuka jalan bagi pelaksanaan normalisasi sungai. 

Baca juga : Diduga Terima Gratifikasi Rp 30 Miliar, Eks Sekjen MPR Ditahan KPK

"Tempat yang dulu sering viral ini kini mengalami perkembangan yang sangat baik. Orang pasti tidak menyangka bahwa ternyata lahan di kawasan ini bisa dibebaskan dan proses normalisasi dapat dilakukan," jelas Pramono. 

Berdasarkan data yang disampaikan, hingga saat ini pembebasan lahan telah mencapai 62 bidang dari total target 170 bidang. Pemprov DKI Jakarta menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun sehingga tahapan pembangunan berikutnya dapat segera dimulai. 

"Apabila target tersebut tercapai, maka pada tahun 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat terwujud. Kawasan Rawajati, Pengadegan, Cawang, dan Cililitan mudah-mudahan juga akan terselesaikan karena penetapan lokasinya sudah kami tandatangani," katanya. 

Pramono menegaskan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari program normalisasi Kali Ciliwung yang sempat terhenti dalam beberapa waktu. Menurutnya, normalisasi sungai diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air sehingga dampak banjir di Jakarta dapat berkurang secara signifikan pada masa mendatang. 

Baca juga : Komisi V DPR Minta Pemprov Jabar Percepat Pembebasan Lahan Proyek Strategis

"Program ini merupakan kelanjutan dari normalisasi yang sempat terhenti cukup lama. Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak lagi seperti sebelumnya," ujar Pramono. 

Selain Kali Ciliwung, Pemprov DKI Jakarta juga akan melanjutkan program serupa di sejumlah aliran sungai lainnya sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir secara menyeluruh. 

"Program ini tidak hanya dilanjutkan di Sungai Ciliwung, tetapi juga di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama. Mudah-mudahan seluruh manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jakarta pada tahun 2029," tutur Pramono. 

Untuk mendukung percepatan proyek tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp300 miliar. 

Baca juga : Pramono Gelontorkan Rp 100 Miliar Beasiswa 50-75 Mahasiswa LPDP DKI Jakarta

"Anggaran pembebasan lahan tahun ini sebesar Rp300 miliar. Bangunan yang sudah dibebaskan akan segera dibersihkan, termasuk seluruh target 170 bangunan tersebut," imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.