Dark/Light Mode

700 Ribu Lansia Belum Kebagian

Pemprov DKI Perlu Perluas Bansos Pangan Bersubsidi

Sabtu, 18 Juli 2026 06:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 di Jakarta Bird Land, Gelanggang Samudra Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (14/72026). (Foto: Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 di Jakarta Bird Land, Gelanggang Samudra Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (14/72026). (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI perlu memperluas penerima bantuan sosial (bansos) pangan bersubsidi untuk warga lanjut usia (lansia). Pasalnya, dari sekitar 1,16 juta lansia di Jakarta, baru 307 ribu orang atau sekitar 30 persen yang menikmati program tersebut.

Permintaan itu disampaikan Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ramly HI Muhamad. 

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), jumlah lansia di Jakarta mencapai sekitar 1,16 juta jiwa atau sekitar 10,6 persen dari total penduduk Jakarta. Namun, penerima pangan bersubsidi baru sekitar 30 persen atau sekitar 307 ribu orang. Artinya, masih lebih dari 700 ribu lansia belum memperoleh manfaat program tersebut. 

“Itu menjadi keluhan masyarakat dan akan kami sampaikan kepada Pak Gubernur agar seluruh lansia yang berhak bisa memperoleh bantuan,” ujar Ramly usai menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Jakarta Bird Land, Ancol, Selasa (14/7/2026). 

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu meminta, Pemerintah melakukan pembaruan dan verifikasi data penerima agar penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran. 

Baca juga : El Toro Jaga Tradisi Pemain Inter Di Final

“Verifikasi lagi datanya. Yang berhak harus menerima. Sedangkan yang tidak berhak, dicoret. Sehingga pembagiannya benarbenar berdasarkan by name by address,” sarannya. 

Sistem pendataan yang lebih akurat, papar Ramli, akan mengakhiri persoalan antrean panjang yang selama ini dialami para lansia saat mengambil pangan bersubsidi. “Dengan begitu, lansia tidak perlu lagi antre sejak malam. Datang tidak sesuai jadwal pun tetap bisa memperoleh haknya,” ujarnya. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Pemprov DKI terus memperkuat perlindungan sosial bagi warga lansia melalui berbagai program. 

“Yang paling penting untuk lansia tetap merasa produktif, bahagia, dan mendapatkan kasih sayang dari keluarga,” kata Pram usai menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026) 

Da memastikan, Pemprov DKI akan terus menghadirkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, mulai dari bansos, layanan kesehatan hingga kemudahan akses transportasi. 

Baca juga : Kirana Larasati, Nyesel Bikin Tato

Di sektor transportasi, lanjut Pram, para lansia memperoleh fasilitas Kartu Layanan Gratis yang dapat digunakan untuk naik Transjakarta, Transjabodetabek, MRT Jakarta, LRT Jakarta dan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata. 

Untuk bidang kesehatan, Pemprov DKI menyediakan layanan Posyandu Lansia, Poli Lansia Terpadu dan layanan kunjungan Pasukan Putih untuk lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas. 

“Jakarta memberikan perhatian sungguh-sungguh. Transportasi diberikan. Sebagian besar lansia juga mendapatkan bansos dan bantalan sosial,” ujarnya. 

Pram menambahkan, hingga Juni 2026 sebanyak 168.497 warga telah memanfaatkan Kartu Lansia Jakarta. Selain itu, saat ini telah berdiri 78 Sekolah Lansia dengan jumlah peserta sebanyak 2.278 orang. “Menjelang Jakarta berusia 500 tahun, mudah-mudahan para lansia tetap produktif dan terus semangat,” harapnya. 

Ketua Forum Komunikasi Lanjut Usia Provinsi DKI Jakarta Maria Ulfani menegaskan, para lansia Jakarta berkomitmen untuk tetap sehat, mandiri, dan produktif. “Kami tidak mau menjadi beban anak dan cucu. Kami ingin terus berkarya dan tetap menjaga kesehatan,” pungkas Maria. 

Baca juga : Trump Rebut Panggung Final Piala Dunia 2026

Karena itu, Maria berharap agar komunitas lansia memiliki tempat untuk berkegiatan. Selama ini, berbagai aktivitas seperti bermain angklung, menari, dan bersilaturahmi menjadi sarana bagi para lansia untuk tetap aktif dan sehat. 

“Kegiatan seperti ini membuat ibu-ibu senang karena bisa berkumpul, bermain angklung, menari, dan bersilaturahmi,” kata Maria. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.