Dark/Light Mode

Pramono Janji Bakal Turunkan Harga Sayur Mayur di Pasar Jakarta

Sabtu, 18 Juli 2026 17:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat merespons kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Senen, Jakarta Pusat. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memantau sekaligus mengendalikan harga komoditas yang mengalami kenaikan.

"Kami akan mengontrol, TPID akan mengontrol mengenai perubahan atau kenaikan ini," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/7/2026). 

Pantau Langsung

Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tidak akan hanya mengandalkan laporan harga di atas kertas. TPID akan melakukan pengecekan langsung ke pasar guna mengetahui penyebab kenaikan harga serta menentukan langkah pengendalian yang diperlukan.

"Karena yang dilihat spot pada hari ini tentunya kami akan mengecek untuk itu, tetapi yang jelas bahwa pemerintah DKI Jakarta segera akan menangani ini," katanya. 

Inflasi Jakarta Terendah

Baca juga : Pramono Minta Polisi Cabut SIM Sopir Truk Lalai Penyebab Insiden di Jakarta

Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, Pramono menyebut kondisi inflasi di Jakarta masih terkendali. Berdasarkan data hingga semester pertama atau akhir Juni 2026, tingkat inflasi di ibu kota tercatat sebagai yang terendah dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.

"Hal yang berkaitan dengan inflasi, Jakarta ini di semester sampai dengan bulan Juni kemarin inflasinya itu terendah di seluruh Jawa," jelas Pramono. 

Lebih lanjut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan bahwa secara umum perkembangan harga pangan di ibu kota masih terkendali.

"Perkembangan harga pangan strategis antar minggu di Provinsi DKI Jakarta menunjukan kenaikan kurang dari 1 % pada beberapa komoditas pangan," kata Hasudungan dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026). 

Hasudungan menjelaskan, komoditas yang mengalami kenaikan harga hanya terjadi pada kelompok beras, yakni beras medium dan beras premium. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga pangan secara keseluruhan.

Baca juga : TPST Bantargebang Penuh, Sampah Menggunung di Sejumlah Titik Jakarta

Berdasarkan data Dinas KPKP DKI Jakarta, harga beras IR III atau beras medium naik sebesar 0,57 persen atau bertambah Rp79 per kilogram. Harga beras medium meningkat dari Rp13.793 per kilogram menjadi Rp13.872 per kilogram.

Sementara itu, harga beras IR I atau beras premium mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen atau Rp 47 per kilogram. Harga komoditas tersebut naik dari Rp 15.439 per kilogram menjadi Rp 15.486 per kilogram.

"Komoditas pangan strategis yang mengalami penurunan harga sampai dengan relatif stabil antar minggu adalah komoditas hortikultura dan telur ayam," katanya. 

Harga cabe merah tercatat mengalami penurunan paling besar, yakni sebesar 8,70 persen atau turun Rp 5.069 per kilogram. Harga cabai merah kini berada di angka Rp 53.220 per kilogram, dari sebelumnya Rp 58.289 per kilogram.

Selain itu, harga cabai rawit merah juga mengalami penurunan sebesar 7,33 persen atau Rp 4.808 per kilogram. Harga komoditas tersebut turun dari Rp65.639 per kilogram menjadi Rp 60.830 per kilogram.

Baca juga : Pramono Siapkan Ring Tinju Untuk Tekan Tawuran di Jakarta

Sementara itu, harga bawang merah turun sebesar 3,89 persen atau Rp 2.084 per kilogram, dari Rp 53.527 per kilogram menjadi Rp 51.443 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga telur ayam ras masih terpantau stabil. Rata-rata harga telur ayam berada di kisaran Rp 26.829 per kilogram dan belum mengalami perubahan yang berarti dibandingkan pekan sebelumnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.