Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perbaikan Gedung SDN Kebayoran Lama 09 Jaksel Terkendala Efisiensi Anggaran
Jumat, 24 Juli 2026 18:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kondisi bangunan SD Negeri (SDN) Kebayoran Lama 09, Jakarta Selatan, masih memprihatinkan. Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka di lokasi, sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan berat belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Area terdampak masih dipasangi garis pembatas agar tidak dilalui.
Dari pantauan, akses menuju bangunan yang rusak telah dipasangi garis pembatas (line) membentang di sepanjang koridor sekolah. Garis pembatas tersebut menutup jalur menuju ruang kelas yang terdampak kerusakan.
Sementara itu, bagian bangunan lain di sekitar koridor masih tampak berdiri dan digunakan sebagai akses menuju ruang lainnya. Kondisi paling parah terlihat pada salah satu ruang kelas. Atap bangunan ambruk hingga menimpa bagian dalam ruangan.
Rangka baja penyangga atap tampak melengkung dan roboh, sementara genteng berserakan di lantai kelas. Material bangunan berupa pecahan plafon, kayu, serta puing-puing lainnya menutupi area ruangan yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Di dalam ruang kelas, meja dan kursi siswa masih terlihat berada di posisinya. Namun, sebagian besar tertutup puing-puing bangunan akibat robohnya konstruksi atap. Beberapa bagian dinding juga tampak mengalami kerusakan dengan lapisan cat yang terkelupas di sejumlah titik.
Baca juga : Kejagung Limpahkan Kasus Tambang Samin Tan, Jaksa Segera Susun Dakwaan
Terlihat juga papan pengumuman dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Dalam papan tersebut tertulis bahwa "Bangunan Ini Membahayakan Keamanan Dan Keselamatan Lingkungan. Mohon memperhatikan keamanan dan keselamatan anda di sekitar bangunan ini".
Hingga pantauan dilakukan, belum terlihat adanya aktivitas pekerjaan konstruksi maupun proses pembongkaran di area bangunan yang roboh. Material reruntuhan masih berada di dalam ruang kelas, sedangkan struktur rangka atap yang ambruk masih menggantung dan menutupi sebagian besar ruangan.
"Hari ini secara khusus saya memang datang langsung untuk memastikan kondisi yang sebenarnya dari SD 09 dan juga SD 11 Kebayoran Lama," ujar Pramono usai meninjau sekolah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Dia menemukan sejumlah bagian rangka bangunan masih dalam kondisi baik, namun sebagian lainnya telah berkarat sehingga diduga menjadi penyebab kerusakan yang terjadi saat ini.
Baca juga : Sudah Dibahas Saat Rapat, Pramono Mau Tengok SDN Kebayoran Lama 09 yang Roboh
"Bangunan ini sebenarnya dibangun, renovasinya terakhir tahun 2011. Tadi kalau melihat kerangkanya kelihatan dengan gampang bahwa ada yang masih utuh, ada yang berkarat yang kemudian menyebabkan kerusakan yang ada. Di beberapa tempat tadi kita lihat dengan gampang," jelas Pramono.
Pramono menjelaskan, sebelumnya Pemprov DKI Jakarta merencanakan pembangunan 22 sekolah pada 2026. Namun, keterbatasan anggaran akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi membuat hanya tujuh sekolah yang telah memiliki alokasi anggaran.
"Kenapa terjadi ini? Karena ada pemotongan DBH, efisiensi, dan sebagainya. Sehingga dari 22 itu hanya tujuh yang kemudian sudah akan segera dilakukan pembangunan," terangnya.
Meski demikian, Pramono memutuskan empat sekolah dengan kondisi paling memprihatinkan akan mulai dibangun lebih cepat. Menurutnya, kondisi bangunan di sekolah-sekolah tersebut sudah tidak dapat ditunda lagi karena berkaitan langsung dengan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
"Kemarin dalam rapat saya memutuskan ada empat yang saya minta untuk dibangun sekarang juga. Di antaranya adalah tempat ini. Kenapa harus dibangun sekarang juga? Karena memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan," katanya.
Baca juga : Viral Gedung SDN 09/10 Kebayoran Lama Jaksel Roboh, Pramono Janji Cepat Perbaiki
Empat sekolah yang diprioritaskan tersebut meliputi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan anggaran Rp 48,1 miliar, SMA Negeri 102 Jakarta sebesar Rp 67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp 48,4 miliar, serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan anggaran Rp 74,1 miliar. Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan keempat sekolah tersebut mencapai sekitar Rp249 miliar.
"Di empat ini yang kemudian kita akan memulai pembangunan pada saat ini. Besok akan dirapatkan kembali, akan ditunjuk tim teknisnya, siapa yang mengawasi, dan sebagainya," imbuhnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat mempercepat perbaikan sekolah-sekolah yang kondisinya sudah tidak layak digunakan meski pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
"Karena saya tidak mau pembangunan yang diupayakan tidak gampang ini kemudian misalnya tidak dikerjakan secara sungguh-sungguh," tutup Pramono.
Selama menunggu sekolah tersebut selesai di bangun, siswa-siswi SD tersebut akan tetap menjalani proses belajar mengajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya