Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
2 Tahun Menunggu SDN Kebayoran Lama 09 Diperbaiki, Wali Siswa Nggak Sangka Pemprov Akhirnya Hadir
Minggu, 26 Juli 2026 17:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembangunan kembali SD Negeri (SDN) Kebayoran Lama 09, Jakarta Selatan, akan dimulai paling lambat pada September 2026.
Salah seorang wali murid Evi mengatakan, bangunan itu rusak sudah hampir dua tahun. Selama itulah mereka menunggu tanpa ada kepastian dari Pemprov untuk melakukan perbaikan.
Bahkan, Evi tidak menyangka pemerintah akhirnya hadir langsung melihat kondisi sekolah. Evi berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga sekolah baru nantinya dapat digunakan kembali oleh para siswa.
Meski mengakui para orangtua telah lama berharap adanya perbaikan, Evi memilih menatap ke depan dan berharap pembangunan benar-benar segera terlaksana.
"Intinya sekarang kami semua, apa yang kami inginkan semua terutama orang tua murid sudah tercapai, sudah bersyukur, itu dia yang terkait-terkait semuanya saya ucapkan beribu-ribu terima kasih," tutup Evi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kondisi sekolah yang roboh dan belum diperbaiki selama hampir dua tahun, Jumat (24/7/2026).
Kondisi bangunan SDN Kebayoran Lama 09 masih terlihat memprihatinkan. Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka di lokasi, sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan berat belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Area bangunan yang roboh masih dipasangi garis pembatas agar tidak dilalui demi alasan keselamatan.
Baca juga : Perbaikan Gedung SDN Kebayoran Lama 09 Jaksel Terkendala Efisiensi Anggaran
Di area sekolah juga masih terpasang papan peringatan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan. Papan tersebut bertuliskan, "Bangunan Ini Membahayakan Keamanan Dan Keselamatan Lingkungan. Mohon memperhatikan keamanan dan keselamatan anda di sekitar bangunan ini."
Hingga peninjauan dilakukan, belum terlihat adanya aktivitas konstruksi maupun pembongkaran bangunan. Material reruntuhan masih berada di dalam ruang kelas, sedangkan rangka atap yang ambruk masih menggantung dan menutupi sebagian besar ruangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pramono mengatakan pembangunan sekolah tidak bisa langsung dilakukan karena harus melalui sejumlah tahapan administrasi.
"Tahapan yang akan kami lakukan untuk contoh pembangunan di tempat ini memang ternyata enggak sesimpel kita ingin langsung bisa bangun," kata Pramono.
Ia menjelaskan, proses pertama yang harus dilakukan adalah menghapus aset bangunan yang rusak dari pembukuan pemerintah agar tidak menjadi temuan administrasi. Setelah itu, pembangunan akan dibiayai melalui kombinasi dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan APBD Perubahan.
"Kemudian kemarin dalam rapat sudah saya putuskan dananya gabungan dari KLB dan juga APBD Perubahan," ujarnya.
Pramono menegaskan target pembangunan telah ditetapkan dan pekerjaan fisik harus dimulai paling lambat September 2026. Selama Agustus, pemerintah akan menyelesaikan proses administrasi, penghapusbukuan aset, hingga penunjukan kontraktor pelaksana.
Baca juga : Masih Dikaji, Kebijakan Jalan Berbayar Di Sudirman Nggak Jelas Implementasinya
"Paling lama September harus segera dimulai. Jadi Agustus persiapan penghapusbukuan, menunjuk pelaksana kontraktornya, dan bulan September sudah harus mulai dibangun di tempat ini," tutur Pramono.
Selain mempercepat pembangunan, Pemprov DKI Jakarta juga akan membentuk tim investigasi dan tim inventarisasi untuk mengevaluasi kondisi bangunan sekolah lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Karena memang dulu-dulu pembangunan yang seperti ini semuanya di bawah Dinas Pendidikan. Sekarang kita perbantukan untuk mensupervisi karena di Dinas Pendidikan tidak semuanya punya keahlian untuk membangun dan sebagainya. Akan ada pendamping dari Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) dan Bina Marga," terang Pramono.
Untuk pembangunan SDN Kebayoran Lama 09, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp48,1 miliar. Pramono menegaskan pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah sehingga sekolah yang mengalami kerusakan berat harus segera diperbaiki.
"Maka dengan demikian saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan apa yang menjadi kerisauan semua, termasuk saya pribadi, karena apa pun pendidikan buat saya adalah prioritas untuk dibangun di Jakarta ini, diperbaiki," jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebenarnya terdapat 22 sekolah yang telah direncanakan untuk direnovasi pada 2026. Namun, akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH), hanya tujuh sekolah yang semula diprioritaskan. Setelah menerima laporan mengenai kondisi empat sekolah yang sangat memprihatinkan, Pemprov memutuskan menambah empat proyek prioritas sehingga total ada 11 sekolah yang ditangani tahun ini.
"Tapi dengan kejadian kemarin kita mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Pendidikan ada empat lagi yang kondisinya segera harus ditangani. Maka dengan demikian ada tujuh ditambah empat menjadi sebelas ditangani di tahun ini. Yang sisanya tentunya segera ditangani di tahun 2027," tuturnya.
Baca juga : Bantu Korban Kebakaran Kapuk Muara, Pemprov Jakarta Gercep
Pramono juga meminta seluruh bangunan sekolah yang berpotensi mengalami kerusakan segera diperiksa. Ia menegaskan tim pengawas pembangunan nantinya berasal dari perangkat daerah lain agar proses pembangunan berjalan objektif dan sesuai standar.
"Kalau pertanyaannya apakah masih ada, saya akan meminta kepada Ibu Kepala Dinas dan juga nanti tim inventarisasi yang kita buat untuk semuanya dilakukan pengecekan yang ada," lanjut Pramono.
Ia memperkirakan pembangunan SDN Kebayoran Lama 09 membutuhkan waktu sekitar 10 bulan sejak pekerjaan dimulai. Selama proses pembangunan berlangsung, seluruh siswa akan tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN Kebayoran Lama 11 yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah.
"Muridnya akan tetap bersama-sama dengan SD Negeri 11 yang di sini," katanya.
Di sisi lain, kedatangan Pramono membawa harapan baru bagi para orangtua murid. Sejak pagi, salah seorang wali murid, Evi, bersama sejumlah orang tua lainnya telah menunggu di depan sekolah untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya