Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital PAI untuk Siswa PAUD hingga Mahasiswa
- Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja
- Bos Toyota: Solusi Atasi Krisis Iklim Bisa Dari Lingkungan Sekitar
- Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi
- Umuh Muchtar Optimistis Maung Bandung Makin Kuat
Cegah ISPA dan Kebakaran Pramono Niat Turunkan Hujan di Jakarta 2 Kali Sepekan
Rabu, 5 Agustus 2026 20:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan sebanyak satu hingga dua kali dalam sepekan sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak fenomena El Nino 2026.
Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah menerima paparan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Dari data yang ada, puncak El Nino itu akan panjang, mungkin salah satu yang terpanjang dibandingkan dengan tahun 2023 pada waktu itu. Puncaknya kurang lebih nanti akhir September atau pertengahan Oktober minggu pertama, kedua Oktober baru akan ada hujan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Baca juga : Pramono Minta Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai
Meski demikian, pemerintah mengakui pelaksanaan operasi modifikasi cuaca menghadapi tantangan karena peluang terbentuknya awan yang dapat disemai relatif kecil selama puncak El Nino.
"Problemnya adalah ada kemungkinan untuk bisa awan ada itu kecil. Tetapi saya sudah memerintahkan dan kita sudah mempersiapkan, kalau tadi malam itu termasuk rezeki anak sholeh itu, nggak ada awan tapi bisa di apa dimodifikasi lah," ujarnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pramono menyatakan telah memberikan persetujuan agar operasi modifikasi cuaca dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi dampak musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.
Baca juga : Terjunkan 22 Unit, Damkar Jinakan Kebakaran Gedung Optik Tunggal Sempurna CikiniĀ
"Jadi intinya tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca. Karena ini akan berlangsung lama dan dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan ada dua hal yang secara prinsip kita tangani," tutur Pramono.
Selain operasi modifikasi cuaca, Pemprov DKI Jakarta juga menetapkan dua fokus utama dalam menghadapi dampak El Nino, yakni pencegahan kebakaran dan menjaga ketersediaan air bersih.
Ia juga meminta setiap rukun warga (RW) mulai menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca yang semakin kering.
Baca juga : Pramono Optimistis Jakarta Aman Tanpa Gejolak Sepanjang Agustus 2026
"Saya minta untuk setiap RW untuk persiapan APAR alat untuk pemadam kebakarannya dipersiapkan dari sekarang karena ini pasti cepat atau lambat karena suasananya kering dan juga kemungkinan untuk terjadi ISPA," tutup Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya