Dark/Light Mode

Pramono Bantah Isu WFH dan PJJ Jakarta 18 Agustus untuk Antisipasi Demo

Selasa, 18 Agustus 2026 16:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah tudingan yang menyebutkan bahwa penerapan skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah di Jakarta pada Selasa (18/8/2026) dilakukan untuk mengantisipasi aksi demonstrasi.

Pramono menegaskan kebijakan tersebut murni merupakan tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Baca juga : Respons Kecelakaan Maut di Kramat Jati, Pramono Akui Jalan Licin dan Berbahaya

"Saya yang penting apa yang menjadi arahan kita jalankan. Saya enggak mau berandai-andai," ujar Pramono di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono guna merespons spekulasi publik terkait pelaksanaan WFH dan PJJ yang bertepatan dengan jadwal rencana aksi demonstrasi oleh elemen mahasiswa di kawasan Jakarta Pusat.

Aturan WFH dan PJJ Mengacu Edaran Resmi

Baca juga : Pramono Pastikan WFH ASN Selasa 18 Agustus Tidak Ganggu Pelayanan Publik

Penerapan skema kerja fleksibel dan PJJ di lingkungan Pemprov DKI Jakarta mengacu pada Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan serta dinas terkait mengenai pelaksanaan tugas kedinasan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI. Edaran tersebut mengatur batas maksimal WFH sebesar 50 persen dari jumlah pegawai pada unit kerja terkecil.

Meski demikian, Pramono menekankan bahwa kelonggaran WFH sama sekali tidak berlaku bagi ASN DKI Jakarta yang bertugas di unit pelayanan publik dan operasional.

"Bagi yang berhubungan dengan publik, memberikan servis kepada publik, tidak boleh work from home atau work from everywhere. Karena mereka harus ada di lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat," tegasnya.

Baca juga : Pemprov DKI Kirim Tenaga Kesehatan ke NTT hingga Galang Bantuan Rp 3,8 MiliarĀ 

Pramono mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi dan meyakinkan bahwa situasi keamanan serta roda pelayanan publik di Ibu Kota tetap berjalan aman, kondusif, dan optimal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.