Dark/Light Mode

Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 14:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama di Cilincing, Jakarta Utara, dapat rampung pada 2028.

“Kemudian harapannya di tahun 2028, normalisasi Cakung Lama ini bisa dilakukan dan selesai,” kata Pramono saat meninjau langsung kawasan Kali Cakung Lama, Kamis (13/8/2026).

Pramono menjelaskan, normalisasi Kali Cakung Lama menjadi salah satu dari tiga wilayah yang menjadi fokus pemerintahannya dalam penanganan dan normalisasi sungai di Jakarta. 

“Saya memang memutuskan bahwa normalisasi itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sehingga dengan demikian ada tiga daerah yang kita lakukan normalisasi: yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua adalah Cakung Lama, yang ketiga adalah Krukut," katanya.

Menurut Pramono, normalisasi Kali Cakung Lama penting dilakukan karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik yang berpengaruh terhadap aliran air menuju muara. 

Baca juga : Tinjau Lahan 100 Hektare Di Tangerang, Pram: Ciangir Bukan Bantargebang Baru

“Dan saya baru mendapatkan laporan dari Ibu Kepala Dinas Sumber Daya Air, bahwa inilah pertama kali normalisasi di tempat ini. Dan selama ini normalisasi di Jakarta lebih konsentrasi utamanya pada 13 sungai besar dan yang paling utama adalah Ciliwung," jelas Pramono. 

Kurangi Banjir hingga 20 Persen

Pramono mengatakan, normalisasi Kali Cakung Lama diharapkan memberikan dampak langsung terhadap wilayah Kelapa Gading dan Cilincing. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, proyek tersebut diperkirakan dapat mengurangi banjir di kawasan tersebut sekitar 20 persen.

“Apa dampak dan manfaat dari normalisasi Cakung Lama ini? Yang paling utama adalah dua kecamatan yaitu Kelapa Gading dan Cilincing pasti akan berkurang secara signifikan," ujarnya. 

Ia berharap normalisasi dapat mempercepat aliran air dari kawasan permukiman menuju muara dan laut. Dengan aliran yang lebih lancar, genangan di wilayah Kelapa Gading dan Cilincing diharapkan dapat lebih cepat surut.

“Dan dari hasil kalkulasi perhitungan diharapkan bisa mengurangi 20% dari banjir yang ada di area ini, dan kalau itu bisa dilakukan maka tempat-tempat, yang terutama di Kelapa Gading dan Cilincing," jelasnya. 

Baca juga : Pramona Akui Banyak Yang Nikmati Untung dari Sampah Jakarta

Pramono berharap penetapan lokasi (penlok) untuk pembebasan lahan di kawasan tersebut dapat segera ditandatangani pada bulan depan.

“Untuk Cakung Lama yang kita ada ini, mudah-mudahan bulan depan di ujung, Kampung Begog yang menjadi bottleneck utama sebelum ke muara itu penloknya bisa segera saya tanda tangani,” tutur Pramono.

Lebih lanjut Ia mengatakan warga dapat menyampaikan berbagai persoalan, termasuk masalah kepemilikan tanah maupun keluhan lainnya.

“Supaya jangan ada middleman. Selalu kan dulu kalau pembebasan lahan begini-begini selalu ada calo, perantara, dan sebagainya,” kata Pramono.

Normalisasi Bertahap

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustina Ningrum mengatakan pekerjaan normalisasi Kali Cakung Lama dilakukan secara bertahap. 

Baca juga : Pramono Minta Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Bulan Ini

“Untuk kegiatan sampai dengan Maret 2027 panjangnya kurang lebih 2,6 kilo satu sisi jadi kalau dua sisi menjadi 5,2 kilo," kata Ika. 

Dengan demikian, pekerjaan yang dilakukan hingga Maret 2027 merupakan bagian dari tahapan normalisasi yang lebih besar. 

Prioritas Pembebasan Lahan

Selain pekerjaan fisik, pembebasan lahan menjadi bagian penting dalam normalisasi Kali Cakung Lama. Ika menjelaskan, lahan yang akan dibebaskan berada di bagian hilir, bukan pada segmen yang saat ini tengah dikerjakan.

“Dari Cakung Lama yang akan dibebaskan bukan segmen ini tapi hilirnya karena kalau hilirnya nggak dibebaskan ini sudah dilebarkan, tetap aja air nggak bisa mengalir," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.