Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PAM Jaya Investigasi Penyebab 3 Pekerja Tewas di Proyek Gorong-gorong Cipayung
Sabtu, 11 Juli 2026 19:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PAM Jaya (Perseroda) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga pekerja subkontraktor dalam insiden saat mengerjakan proyek pembangunan jaringan distribusi air bersih di saluran gorong-gorong depan Pintu III Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jalan Pintu 3 Keong Mas, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026).
Komisaris Utama PT PAM Jaya (Perseroda), Prasetyo Edi Marsudi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban sekaligus menegaskan bahwa perusahaan memberikan perhatian penuh terhadap insiden tersebut.
"Kami sangat-sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pekerjaan konstruksi," ujar Prasetyo Edi Marsudi dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (11/7/2026).
Baca juga : KSPSI: Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Jadi Kado Jelang May Day
Berdasarkan informasi awal yang diterima dari lokasi kejadian, insiden diduga terjadi ketika para pekerja berada di dalam saluran gorong-gorong. Dugaan sementara mengarah pada kondisi kekurangan oksigen atau adanya paparan gas di dalam ruang tertutup tersebut.
"Kami telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh menyelesaikannya dengan baik sesuai kemanusiaan dan hukum," kata Prasetyo.
PAM Jaya menegaskan tidak akan hanya menunggu hasil investigasi. Perseroan daerah itu memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati bersama PT Moya Indonesia.
Baca juga : Pemerintah Jamin Repatriasi Jenazah 3 Prajurit TNI dari Lebanon Cepat & Lancar
"PAM Jaya akan memberikan surat peringatan (SP) kepada PT Moya Indonesia, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkapnya.
Sementara itu, PT Moya Indonesia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) setelah insiden yang menewaskan tiga pekerja subkontraktor tersebut.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat penerapan standar keselamatan kerja agar seluruh pekerjaan konstruksi berjalan sesuai prosedur dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Baca juga : Pakar UGM: Jawa hingga Papua Selatan Berada di Zona Siaga Longsor dan Banjir
"Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek. Moya akan terus memperkuat penerapan standar keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," kata PT Moya Indonesia dari keterangan resminya yang diterima pada Jumat (10/7/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya