Dark/Light Mode

Gubernur Pramono Ngotot Ingin Jual Surat Utang Daerah

Minggu, 6 September 2026 16:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tetap akan mengajukan penerbitan obligasi daerah sebagai salah satu instrumen pembiayaan untuk mendukung sejumlah pembangunan di Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat merespons pandangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru menerbitkan obligasi daerah.

Baca juga : Terpapar Abu Vulkanik Krakatau, Warga Jakarta Diimbau Segera ke Faskes

“Saya kalau sama Pak Purbaya tanggapannya apa pun saya akan dengarkan dan ikuti. Tapi saya tetap akan ajukan karena bagaimanapun, Pemerintah DKI Jakarta kan tahu kebutuhan itu," kata Pramono di Taman Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Pramono menjelaskan, pembangunan di Jakarta membutuhkan dukungan pendanaan yang memadai. Ia juga menanggapi pernyataan Purbaya yang menyebut kondisi keuangan DKI Jakarta memiliki dana yang cukup.

Baca juga : Siap-Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam, Tiket Ragunan Bakal Naik 150 Persen

“Pak Purbaya menyampaikan bahwa duit DKI banyak. Kan kami juga disuruh bangun yang banyak juga dan untuk bangun itu kan perlu duit. Atau kalau enggak ya dana bagi hasilnya tolong dikembalikan. Jadi simpel itu aja," jelas Pramono. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah (pemda) tidak terburu-buru menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai pembangunan di wilayahnya.

Baca juga : Waspada Abu Vulkanik, Dinkes DKI Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Ia menilai penerbitan obligasi daerah memerlukan kehati-hatian yang tinggi dan pengawasan ketat. Jika pengelolaan risiko fiskal di tingkat daerah meleset, beban finansial berpotensi melimpah ke pemerintah pusat dan memicu krisis ekonomi yang lebih luas.

“Kita harus hati-hati dalam policy membolehkan daerah. Kalau tidak hati-hati, kita seperti Brasil atau Argentina waktu itu. Ketika daerahnya tidak bisa bayar, akhirnya yang bayar pusat juga. Goncang semua perekonomiannya," ujar Purbaya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.