Dark/Light Mode

Waspada Abu Vulkanik, Dinkes DKI Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Minggu, 6 September 2026 15:51 WIB
Ilustrasi penggunaan masker. (Foto: Randy/RM)
Ilustrasi penggunaan masker. (Foto: Randy/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya paparan abu vulkanik yang mencapai wilayah Jakarta. 

Dinkes DKI menjelaskan, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikelnya berukuran sangat kecil dan dapat mengandung silika serta material kaca vulkanik yang bersifat abrasif. 

Kondisi tersebut membuat abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan apabila terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu.
Paparan abu vulkanik terutama dapat berdampak pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. 

Gangguan yang muncul dapat berupa batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, hingga memperburuk penyakit pernapasan seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Pada mata, paparan abu dapat menyebabkan rasa perih, mata merah, hingga sensasi seperti ada benda yang mengganjal. Sementara pada kulit, abu vulkanik dapat memicu rasa gatal dan iritasi.

Baca juga : Jakarta Terdampak Abu Krakatau, Pramono Anung Minta Warga Waspada 5M

Untuk mengurangi risiko paparan, Dinkes DKI mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika konsentrasi abu vulkanik meningkat di lingkungan sekitar.

Warga juga disarankan menutup rapat pintu dan jendela rumah agar abu tidak mudah masuk ke dalam ruangan. Jika harus bepergian atau beraktivitas di luar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker KN95 atau N95 yang dapat membantu menyaring partikel halus.

Selain melindungi saluran pernapasan, masyarakat juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko abu mengenai mata. 

Pakaian yang terkena abu juga sebaiknya dicuci secara terpisah. Apabila diperlukan, masyarakat dapat membilas mata dan hidung menggunakan air bersih untuk membantu membersihkan sisa paparan.

Cara Membersihkan Abu Vulkanik

Dinkes DKI juga memberikan perhatian terhadap aktivitas pembersihan abu vulkanik di teras rumah, kendaraan, maupun lingkungan sekitar. Masyarakat diminta tetap menggunakan perlengkapan pelindung ketika melakukan pembersihan.

Baca juga : Penutupan Bandara Radin Inten II Lampung Diperpanjang Hingga Pukul 18.00 WIB

Sebelum membersihkan abu, warga dianjurkan menggunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian lengan panjang, dan sepatu tertutup. Perlengkapan tersebut berfungsi mengurangi risiko abu terhirup sekaligus melindungi mata dan kulit dari iritasi.
Masyarakat juga diimbau tidak menyapu abu dalam kondisi kering. 

Sebagai gantinya, abu dapat dipercikkan air secukupnya sebelum disapu. Air akan membuat abu menjadi lebih berat sehingga tidak mudah beterbangan saat dibersihkan.

Namun, penggunaan air juga harus dilakukan secara terbatas. Dinkes DKI mengingatkan masyarakat untuk tidak menyiram abu secara berlebihan karena abu yang menggumpal dapat menyumbat saluran air dan berpotensi menimbulkan genangan.

Paparan abu tidak hanya perlu diantisipasi saat berada di luar rumah. Setelah melakukan aktivitas di lingkungan yang terpapar abu, masyarakat juga perlu membersihkan diri sebelum beraktivitas seperti biasa.

Dinkes DKI menyarankan masyarakat melepaskan masker di luar ruangan sebelum masuk ke rumah, kemudian mandi dan keramas serta mengganti seluruh pakaian.

Baca juga : Bandara Husein Sastranegara Ditutup akibat Abu Vulkanik, 8 Penerbangan Batal

Pakaian yang terkena abu juga perlu dicuci secara terpisah. Masyarakat dapat membilas mata dan hidung dengan air bersih serta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan mengonsumsi air putih yang cukup.

Penderita Asma Perlu Lebih Berhati-hati

Dinkes DKI mengingatkan sejumlah kelompok masyarakat agar memberikan perhatian lebih terhadap paparan abu vulkanik. Kelompok tersebut antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK.

Kelompok rentan tersebut dianjurkan lebih berhati-hati dan mengurangi paparan abu sebanyak mungkin, terutama ketika kondisi lingkungan menunjukkan peningkatan konsentrasi abu.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul setelah terpapar abu vulkanik. Jika mengalami sesak napas, batuk yang semakin berat, nyeri dada, atau gangguan penglihatan, warga diimbau segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.