Dark/Light Mode

Satgas Covid: DKI Tambah 506 Ruang Isolasi dan 23 Ruang ICU

Selasa, 22 September 2020 21:50 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (22/9). (Foto: Rizky Syahputra/RM)
Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (22/9). (Foto: Rizky Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan terus berupaya menambah jumlah rumah sakit rujukan, ruang isolasi, dan ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk pasien Covid-19.

Hal ini disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (22/9).

Berita Terkait : Sepekan PSBB, Bed Isolasi di Jakarta Tinggal 766, Bed ICU Sisa 138

Per 14 September 2020, DKI mencatat 506 ruang isolasi dan 23 ruang ICU tambahan. Sehingga, total ruang isolasi per 21 September berjumlah 4.475 ruang isolasi. Sedangkan ruang isolasi, ada 668.

Untuk mengatasi angka tempat tidur ruang isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19 di Jakarta, Satgas mendorong sistem manajemen pasien. "Pasien yang sudah dalam tahap pemulihan, akan digeser dari ruang isolasi dan ICU untuk dirawat di Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta," kata Doni.

Berita Terkait : Menteri Agama Isolasi Mandiri di Rumah Sakit

Saat ini, Tower 4 dan Tower 5 Wisma Atlet telah mulai dioperasikan untuk pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) yang memerlukan perawatan. Di Tower 5, ada 1.546 ruang yang sudah digunakan.

"Tower 4 yang sebelumnya digunakan untuk mengisolasi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari luar negeri, juga akan digunakan untuk menampung pasien OTG," tutur Doni.

Berita Terkait : Jakarta Laporkan Kasus Positif Di Bawah 1.000, Kasus Aktif Turun 104

Bekerja sama dengan sejumlah kementerian/lembaga, Satgas terus mendorong peningkatan kapasitas ruang isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19.
 Selanjutnya