Dark/Light Mode

Antisipasi Libur Panjang, KAI Siapkan Kereta Tambahan

Penumpang Wajib Rapid Test, Pakai Masker Dan Face Shield

Minggu, 25 Oktober 2020 05:52 WIB
Ilustrasi penumpang di dalam kereta menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Dok. KAI)
Ilustrasi penumpang di dalam kereta menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Dok. KAI)

 Sebelumnya 
Angkutan Barang Dibatasi

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah kendaraan yang ke luar Jakarta hingga 21,77 persen sehari jelang libur panjang. Banyak masyarakat menggunakan kendaraan pribadi untuk keluar kota.

Baca juga : Liburan Panjang, Menhub Awasi Ketat Gelombang Perjalanan

Budi memprediksi, mayoritas tujuan masyarakat ke arah timur sebanyak 48,17 persen. Sementara yang menuju ke arah barat diprediksi hanya 28,32 peren dan selatan atau lokal sebanyak 23,51 persen.

Prediksi ini berdasar pada realisasi volume lalu lintas saat Hari Raya Idul Adha 2020. Begitu juga dengan libur panjang HUT RI dan Tahun Baru Islam 2020. “Dari semua itu, 48 persen menuju ke Tol Transjawa dan 48 persen ke Bandung, Tasik, dan Garut,” ujarnya.

Baca juga : Kang Emil Siap Ketatkan Seluruh Pintu Masuk Dan Tempat Wisata Di Jawa Barat

Untuk mengurai kepadatan, Kemenhub telah merilis Surat Edaran yang mengatur tentang Pembatasan Operasional Angkutan Barang Pada Masa Arus Mudik dan Balik Libur Nasional dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah.

Pembatasan ini berlaku pada arus mudik 27-28 Oktober 2020 dan arus balik pada 31 Okto- ber-2 November 2020. Angkutan barang yang dikenakan pembatasan operasional adalah mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.