Dark/Light Mode

Minta Tambah Operasional Bus

Warga Ngeluh AntreanTransjakarta Mengular

Kamis, 12 November 2020 06:08 WIB
Ilustrasi antrean penumpang Transjakarta (Foto: Dok. Humas Transjakarta
Ilustrasi antrean penumpang Transjakarta (Foto: Dok. Humas Transjakarta

RM.id  Rakyat Merdeka - Keran ekonomi di ibukota yang mulai dibuka mendorong peningkatan aktivitas warga. Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang bus Transjakarta. Sayangnya, operasional bus masih dibatasi, sehingga menyebabkan penumpukan.

Keluhan terbatasnya operasional bus Transjakarta disampaikan warga Jakarta Selatan, Narin Nelisa. Dia berharap, agar diperbanyak armada Transjakarta supaya penumpang tidak menumpuk di halte.

‘’Sebelum masuk ke halte saja, antrean sudah mengular panjang. Biasanya terjadi saat sore. Tolong ditambah armada Transjakarta dong,’’ harap warga Ciledug ini.

Warga lainnya, Suhesty juga mengeluhkan hal yang sama. Dia mempertanyakan, kenapa, armadanya tidak ditambah. “Sering melihat antrean panjang di halte Transjakarta. Misalnya, di Koridor 13 Blok M,” ujar warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini.

Baca juga : Satgas Covid: Operasional Laboratorium Di Seluruh Indonesia Perlu Dievaluasi

Warganet di media sosial Twitter juga menyampaikan keluhan yang sama. Kedatangan bus Transjakarta terlalu lama. “Iya nih, nunggu di Koridor 4 arah Tosari lama banget di Halte Matraman. Penumpang sudah menumpuk,’’ cuitannya.

‘’Kenapa bus 9 D jarang. Udah nunggu 25 menit, numpuk di Halte Benhil dan nggak bisa masuk ke bus. Harus nunggu bus berikutnya,” cuitan lainnya.

Akun resmi PT Transjakarta @PT_Transjakarta menanggapi berbagai keluhan penumpukan penumpang. “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, akan segera kami evaluasi dan tindak lanjuti. Terima kasih.”

Tambah Armada

Baca juga : Jargon Dan Tagline Tak Laku

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ima Mahdiah meminta agar semua bus Transjakarta diperasikan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi. Supaya tidak ada penumpukan penumpang di halte-halte.

“Saya menyarankan kapasitas Transjakarta dipulihkan saja 100 persen. Agar tidak ada penumpukan penumpang,” pinta Ima, dalam keterangannya, kemarin.

Yang penting, lanjut poli- tisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, protokol kesehatan diterapkan secara ketat, seperti sudah dilakuan selama ini. Terutama memakai masker dan menjaga jarak. Ima menyoroti kapasitas perkantoran yang jarang diawasi.

Menurutnya, jika kebijakan 50 persen kapasitas di perkantoran dipatuhi, maka penumpukan penumpang di Transjakarta tak akan terjadi. Untuk itu, dia minta Pemprov DKI harus lebih rutin razia ke perkantoran.Tindak tegas perusahaan yang nakal terhadap peraturan protokol kesehatan.

Baca juga : Depok Perpanjang Pembatasan Jam Operasional Pusat Perbelanjaan

“Jika angka kasus Covid-19 terus menurun, Pemprov DKI bisa membuka sektor lain yang masih ditutup secara pelan- pelan. Ini guna mempercepat pemulihan ekonomi,” imbaunya.

Seperti diketahui, selama perpanjangan PSBB Transisi, PT Transjakarta telah menyesuaikan layanan. Jam operasional diperpanjang dari pukul 05.00 hingga 22.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Sebelumnya hanya boleh beroperasi hingga pukul 19.00 WIB.

Mengenai kapasitas, untuk bus gandeng hanya boleh diisi maksimal 60 orang, bus besar 30 orang, dan bus sedang maksimal 15 orang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.