Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Keinginan Orang Tua Siswa Di Jakarta
Maunya Belajar Tatap Muka Tapi Nggak Terpapar Corona
Minggu, 22 November 2020 05:31 WIB
Sebelumnya
Masih Mikir
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria masih mikir-mikir dengan kebijakan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Harus dilihat dulu perkembangan kasus Covid-19 di Ibu Kota. “Bidang pendidikan sedang dalam proses kajian,” kata Riza usai silaturahmi di Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan, Jumat (20/11).
Saat ini, kata Riza, Jakarta masih pandemi Covid-19, sehingga pembelajaran tatap muka belum diizinkan. Memang zona merah di DKI Jakarta terus menurun, dari 66 Rukun Warga (RW) sebe- lumnya, kini tersisa 20 RW. Angka kesembuhan juga terus meningkat menjadi 92,2 persen.
Sedangkan angka kematian turun terus sampai 2,1 persen. Begitu pun testing sudah lima kali lipat dari standar WHO. Dia mengakui, PJJ dirasakan berat bagi siswa, orang tua, dan juga guru.
Baca juga : Perpanjang SIM Di Jakarta, Hari Ini Hanya Sampai Pukul 12 Siang
Tapi, pihaknya belum berani membuka pembelajaran tatap muka. Sebab, perlu upaya bersama pemerintah, masyarakat dan tokoh agama untuk menekan penularan Covid-19. Supaya kegiatan belajar mengajar dapat kem- bali dibuka secara tatap muka. “Harapannya Covid-19 terus menurun. Ke depan anak-anak kita bisa sekolah kembali,” harap Riza.
Terserah Pemda
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) atau Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) menentukan pembelajaran tatap muka pada penyelenggaraan pembelajaran semester genap Tahun Ajaran (TA) 2020/2021.
Ini berdasarkan keputusan bersama empat menteri, yakni Menteri Kesehatan, Mendikbud, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Keputusan juga disepakati oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Baca juga : Nadiem Izinkan Daerah Buka Sekolah Tatap Muka Lagi Tahun Depan
Nadiem memaparkan, alasan membolehkan sekolah kembali dibuka Januari mendatang karena dampak negatif yang dirasakan para peserta didik selama PJJ.
“Ada putus sekolah, banyak anak-anak yang didorong untuk bekerja dan ini berhubungan dengan situasi ekonomi. Juga persoalan tentang koneksi internet, geografis, sosial, ekonomi dan lain-lain,” ungkap Nadiem saat Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual yang disiarkan akun Youtube Ke- mendikbud, Jumat (20/11).
Selain itu, lanjutnya, untuk mengurangi dampak psikologi dan sosial peserta didik. Banyak yang stres selama PJJ. Nadiem juga mengumumkan perkuliahan boleh melakukan tatap muka di semester berikutnya.
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) akan menetapkan protokol kesehatan dan daftar rincian perkuliahan tatap muka dalam waktu dekat. Izin pemberian kewenangan, jelas Nadiem, dapat dilakukan secara serentak atau bertahap. Ini bergantung kepada kesiapan masing-masing daerah.
Baca juga : Perpanjang SIM Di Jakarta, Hari Ini Ada Di 5 Lokasi Ya....
Lembaga pendidikan masih punya waktu untuk mempersiapkan diri menuju pembelajaran tatap muka. “Mulai Januari 2021. Jadi daerah dan sekolah dari sekarang sampai akhir tahun meningkatkan kesiapannya jika ingin melakukan pembelajaran tatap muka,” katanya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya