Dark/Light Mode

GOR Dan Kantor Dinas Disulap Jadi RS Darurat

Kasus Corona Di Kota Penyangga Melonjak

Senin, 14 Desember 2020 06:00 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya. (Foto: Facebook)
Wali Kota Bogor, Bima Arya. (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah Sakit (RS) di daerah berbatasan dengan DKI Jakarta kewalahan menghadapi lonjakan kasus Corona. Untuk mengatasinya, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat kini menyiapkan RS darurat Covid-19.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut, saat ini sudah 83 persen tempat tidur khusus pasien Covid-19 di RS di daerahnya terisi. Untuk mengantisipasi terus meningkatnya kasus positif Corona, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan kantor dinas dan gelanggang olahraga (GOR) sebagai RS Darurat Covid-19.

“Untuk RS Darurat GOR Pajajaran ini, kami telah menghitung kebutuhan biayanya. Kita siapkan itu untuk mengantisipasi lonjakan pasien,” ungkap Bima, kemarin.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir menerangkan, RS Darurat GOR Pajajaran memiliki kapasitas sekitar 100 tempat tidur. Selain itu, Pemkot akan menyiapkan ruang gawat darurat pasien Covid-19 di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Persiapan sudah, ini bertahap. Ditargetkan sudah bisa digunakan pada Januari 2021,” jelasnya. 

Berita Terkait : Corona Makin Serem

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Depok. Direktur Utama RS Universitas Indonesia, Astuti Giantini, mengatakan, pihaknya menambah kapasitas jumlah tempat tidur perawatan pasien Covid-19, terutama untuk pasien dengan gejala ringan.

Ruang perawatan khusus itu terletak di lantai 12 dengan kapasitas 29 tempat tidur. Saat ini, total kapasitas tempat tidur penanganan pasien Covid-19 di RSUI menjadi sebanyak 109 tempat tidur, baik untuk perawatan isolasi, intensif, dan high care. “Sebelumnya kapasitas tempat tidur khusus penanganan pasien Covid-19 RS UI hanya 80 tempat tidur,” ungkapnya.

Selama November 2020, RS UI telah merawat pasien positif Covid-19 rawat inap sebanyak 185 pasien. Dari jumlah tersebut (per 30 November 2020) sebanyak 72 pasien masih dalam perawatan. Sementara, pasien Covid-19 yang meninggal sebanyak 16 pasien.

Selain Depok dan Bogor, Pemkot Kota Bekasi juga ancang- ancang mengantisipasi melonjaknya pasien Corona. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah merestui alihfungsi Asrama Haji Bekasi menjadi RS darurat Covid-19. Pengalihfungsian ini sudah melalui proses koordinasi dengan Kementerian serta Satgas Covid-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

Kepala UPT Asrama Haji Bekasi, Dede Saiful Uyun menyebut, pihaknya menyiapkan dua gedung khusus dijadikan sebagai RS darurat Covid-19. Yakni, gedung Mina D dan Mina E. “Kita sudah siapkan dua gedung Mina D sebanyak 35 kamar, dan E 70 kamar. Total 105 kamar,” kata Dede Saiful.

Berita Terkait : Bogor Darurat Covid, Sisa Ranjang RS Tak Sampai 20 Persen

Dia menerangkan, dua gedung ini memiliki fasilitas lengkap dan besar. Setiap kamar ada empat kasur, televisi, kamar mandi, dan AC. Namun, belum bisa dipastikan berapa orang yang akan mengisi satu kamar. Nantinya, yang bertugas adalah tenaga medis terlatih menangani pasien Covid-19. Pemprov Jabar akan mengirimkan tenaga medisnya untuk bertugas di RSD Covid-19 Asrama Haji Bekasi.

“Sudah siap semua. Kita tinggal menunggu arahan langsung dari Pemprov Jawa Barat terkait kapan pengoperasian RS darurat Covid-19 dimulai,” pungkasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengatakan, RS darurat Asrama Haji Bekasi, tidak hanya untuk warga Bekasi tetapi pasien dari luar daerah Bekasi.

Dezy menambahkan, Pemkoa Bekasi telah memiliki RS darurat Stadion Candrabhaga yang dikhususkan merawat pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG). Menurutnya, RS darurat Stadion Patriot Candrabhaga, lanjutnya, masih memungkinkan menampung pasien-pasien yang terpapar Covid-19 di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menambahkan, Asrama Haji ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan psien Corona pasca libur akhir tahun dan Pilkada serentak 2020. Menurutnya, RS darurat Asrama Haji Bekasi hanya akan merawat pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG), sama seperti Stadion Patriot Candrabhaga.

Baca Juga : Pemerintah AS Mulai Vaksinasi Warganya

“Peruntukanya untuk menghadapi lonjakan kluster Pilkada maupun libur akhir tahun. Diperuntukkan buat pasien daerah. Mudah-mudahan tidak sampai meledak,” harapnya. [FAQ]