Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Hendak Bikin Demo Rusuh, Polisi Amankan 22 Orang Kelompok Anarko
Sabtu, 1 Mei 2021 18:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Polisi menangkap 22 orang Anarko dalam aksi unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta yang disebut akan berbuat rusuh.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, kelompok tersebut diciduk saat hendak bergabung dengan massa buruh di Kantor Organisasi Buruh Internasional (ILO). "22 orang anak anarko diamankan," ungkap Yusri kepada wartawan, Sabtu (1/5).
Baca juga : Bikin Ricuh, Polisi Amankan 10 Oknum Bobotoh Di Depan Kantor Persib
Dia mengatakan, mereka diamankan karena diduga akan berbuat rusuh di demo buruh. "Seperti biasa mereka ada dugaan mau buat kerusuhan, makanya kita amankan, kita periksa," imbuhnya.
Sebelumnya, Polisi juga telah mengamankan 15 pemuda Papua yang akan melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Mereka melakukan aksi namun dianggap tidak memiliki izin.
Baca juga : Partai Demokrat Terus Kirim Bantuan Bagi Korban Terdampak Bencana NTT
Para mahasiswa Papua didata oleh kepolisian sesampainya di Mapolda Metro Jaya. Usai menjalani proses administrasi, mereka langsung dipulangkan.
Polisi juga mengamankan 30 orang pendemo dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) lantaran berniat membakar ban.
Baca juga : Jenderal Andika Kasih Dukungan Ke Putra Kopral Ade Jadi Tentara
Terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mempersilakan siapapun bergabung dengan aksi unjuk rasa kali ini. Namun, polisi akan mengambil tindakan tegas jika ada yang coba merusuh.
"Kalau ada massa yang tidak jelas dan memprovokasi, kita cegah supaya aksi teman-teman buruh yang memperjuangkan tidak terkontaminasi oleh elemen-elemen masyarakat yang tidak jelas keperluannya yang berupaya provokasi," tegas Sambodo. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya