Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perketat Jalur Masuk Ibu Kota, DPRD DKI: Lindungi Warga Yang Tak Mudik

Senin, 17 Mei 2021 10:35 WIB
Petugas menyekat dan mengecek acak pemudik arus balik dengan tes antigen pada Operasi Ketupat Jaya 2021 di KM 34.200 Tol Jakarta-Cikampek. (Foto: Twitter @TMCPoldaMetro)
Petugas menyekat dan mengecek acak pemudik arus balik dengan tes antigen pada Operasi Ketupat Jaya 2021 di KM 34.200 Tol Jakarta-Cikampek. (Foto: Twitter @TMCPoldaMetro)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemudik yang keluar Ibu Kota Jakarta pada libur Idul Fitri jumlahnya jutaan. Kini, libur Lebaran usai. Para pemudik ini bakal balik lagi ke Jakarta. Sejumlah pihak ingin ada pembatasan yang amat ketat kepada para pelaku perjalanan ini.

Sebab, sudah ada sejumlah pemudik yang positif Covid-19 di pos penyekatan arus balik. Baiknya, para pemudik yang mau masuk ke Jakarta wajib memiliki hasil tes anti Corona. Selain itu, pos penyekatan juga harus diperketat.

Jangan sampai, pemudik yang bawa virus dari daerah, lolos masuk ibu kota. Ngeri kasus harian berpotensi meningkat kembali di tengah landainya angka penularan di Jakarta.

Berita Terkait : Menhub Puji Masyarakat Yang Tidak Mudik

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan mobilitas warga yang masuk ke Ibu Kota Jakarta.

Sebagai contoh, kata Zita, usai lebaran, fenomena di tempat wisata di ibu kota di luar dugaan. Seperti di Ancol, pengunjung membludak. Tak hanya di Jakarta, membludaknya pengunjung di tempat wisata juga terjadi di hampir semua daerah.

"Oleh karenanya, saya mendukung upaya Pemprov DKI melarang pemudik masuk jika tidak bawa hasil test negatif Covid-19. Wajib bagi seluruh orang, sebelum masuk Jakarta. Harus tegas tak boleh ada yang lolos," kata Zita dalam keterangannya kepada RM.id, Senin (17/5).

Berita Terkait : Keluar Masuk Kota Depok Kudu Kantongin SKDM Dari Kelurahan

Apalagi, lanjut Zita, kekhawatirannya melihat jumlah pemudik. Tecatat ada 1,2 juta orang yang keluar Jakarta. Baik melalui kereta api, pesawat, dan kendaraan pribadi.

"Saya yakin angkanya bisa lebih. Kita harus menjaga warga yang menetap di Jakarta. Mereka sudah berkorban tidak mudik, tidak keluar Jakarta. Jangan sampai yang tidak patuh aturan, mudik, merugikan warga yang patuh," pinta politisi PAN ini.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan Camat dan Lurah di seluruh wilayah administratif Jakarta proaktif mengantisipasi warga yang mengikuti arus balik usai libur Idul Fitri 1442 Hijriah. Anies meminta aparatur pemerintah untuk memastikan seluruh warga yang keluar dan masuk lingkungannya dapat dikendalikan.

Berita Terkait : KAI Siap Angkut Penumpang Non Mudik

Polda Metro Jaya juga melakukan penyekatan di perbatasan Ibu Kota. Petugas melakukan tes usap antigen secara acak kepada para pemudik yang tak membawa hasil negatif Covid-19. [FAQ]