Dark/Light Mode

Depok Bersiap Tatap PPKM Level 1

Rabu, 27 Oktober 2021 14:31 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto: Ist)
Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 di daerah penyangga DKI Jakarta mulai melandai, termasuk di Kota Depok. Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebut, saat ini Kota Belimbing sudah bersiap masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. Hal itu seiring capaian vaksinasi Kota Depok sudah di atas 82 persen.

"Beberapa kota termasuk Kota Depok dan juga beberapa kabupaten di Jabodetabek sudah siap-siap untuk masuk ke level 1, kenapa? Dilihat dari banyaknya vaksinasi. Vaksinasi kalau laporan by name by address dari kelurahan tadi malam itu rata-rata sudah 82 persen," kata Idris di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (27/10).

Idris menerangkan capaian vaksinasi Kota Depok sudah melebihi ketentuan di atas 70 persen untuk masuk di level 1. Namun Idris mengungkap ada masalah dari data pusat sehingga data vaksin yang tercatat di Kota Depok masih di bawah 70 persen.

Berita Terkait : DPD Asproksi Bekasi Siap Bantu Pemda Sediakan Alkes

"Artinya, sudah memenuhi ketentuan untuk level 1. Level 1 ketentuannya di atas 70 persen ya, walaupun catatan dari pusat kita memang masih di bawah 70 persen vaksinasi," kata Idris.

Pemkot Depok akan melakukan harmonisasi data antara pusat dan daerah. Data yang akan dicocokkan berdasarkan nomor induk kependudukan.

"Nah ini harus diharmonisasi dan kita sedang lakukan harmonisasi dengan TNI-Polri dengan pemkot di perpustakaan untuk menyesuaikan data antara pusat dan daerah," ucapnya.

Berita Terkait : Sekolah Tatap Muka

Idris mengaku target vaksinasi Corona di Depok saat ini sebanyak 1,6 juta penduduk. Jumlah itu, lanjut Idris, 70 persen dari jumlah penduduk Kota Depok berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu 2,4 juta penduduk. Namun dia menilai data BPS tersebut keliru.

"By name by address ini sudah 82 persen, rata-rata tapi kita katakan target 1.600.000 dari satgas ini ada kesalahan data dari BPS, BPS ini data 2019, eh 2021 yang dilaporkan ke satgas, padahal data BPS 2020 warga Depok hanya 2.050.000, bukan 2.400.000, bukan. Kalau 70 persen dari 2.050.000 itu hanya 1.400.000, Kalau 1.400.000, data dari faskes pun sudah dapat 70," papar dia.

Lebih lanjut, Idris menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kuota target vaksinasi. Kata Idris, dasar yang dipakai Kemenkes adalah data kependudukan yang sudah teregistrasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Berita Terkait : Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Di Level 3,5 Persen

"Terus kita telepon Kemenkes, sebetulnya kuota target vaksin itu dasarnya apa, baseline-nya apa, kata mereka baseline-nya adalah kependudukan atau disduk yang sudah teregister di Kemendagri. Kalau itu catatannya, maka penduduk Depok hanya 1.800.000. Kalau 1.800.000, 70 persen itu hanya 1.300.000. Kalau 1.300.000 berarti kita sudah 80 persen," pungkas Idris. [UMM]