Dark/Light Mode

Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 23 Oktober 2021 06:32 WIB
Ngopi - Sekolah Tatap Muka
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Perlahan tapi pasti, Indonesia mulai berdamai dengan Covid-19. Protokol kesehatan menjadi kewajiban beradaptasi dengan virus asal Wuhan ini. Vaksinasi juga terus digencarkan, hingga aktivitas sebelum pandemi bisa digelar. Termasuk, sekolah tatap muka.

Ramai berita tentang sekolah tatap muka ini. Sepertinya semua sepakat agar anak-anak kembali aktivitas di dunianya, di sekolah. Bukan di rumah terus dengan selingan belajar online yang justru membuat mumet orang tua.

Mumet, karena semua serba di rumah. Anak belajar di rumah, orang tua bekerja di rumah. Semua tumplek blek di rumah. Bagus memang dari durasi keakraban keluarga. Orang tua bisa menjadi teman, sekaligus lawan jika terjadi perbedaan.

Berita Terkait : Sebatang Rokok Direbut dan Dibuang

Masalahnya, durasi kebersamaan ini sudah terlalu lama. Lebih dari dua tahun. Perlu ada pengembangan diri di luar rumah. Istilah semua orang itu guru, alam raya sekolahku, sepertinya belum bisa diterapkan di kala pandemi ini.

Bisa saja berganti semua YouTuber itu guru, rumah adalah duniaku. Yup, belajar di rumah saja berujung situasi overdosis internet. Bagus kalau banyak waktu belajar, kalau diintip, lebih banyak melihat YouTube nonakademis, atau bahkan main game dalam penggunaan ponsel.

Bahkan, saya sebagai orang tua yang memiliki anak siswa kelas 1 SD akrab di telinga nama-nama YouTuber gaming seperti MiauAug, MoenD, hingga Obit. Anak-anak tidak bisa disalahkan, mungkin karena orang tuanya yang habis kreativitas permainan di rumah.

Berita Terkait : Menangis Karena Bahagia

Belakangan, kabar gembira datang. Sekolah tatap muka akan digelar. Di mulai dari SMA dan SMP. Keberanian tatap muka didasari masifnya proses vaksinasi di masyarakat.

Masyarakat semakin sadar pentingnya melakukan vaksinasi demi terciptanya herd immunity alias kekebalan berkelompok. Ini bagian ikhtiar tertinggi agar bangsa ini segera keluar dari pandemi Covid-19. Selain pentingnya disiplin protokol kesehatan.

Meskipun untuk SD masih jauh panggang dari api untuk melakukan rutinitas tatap muka seperti dulu kala, namun langkah berani Pemerintah segera menggelar tatap muka untuk SMP dan SMA ini layak diacungi jempol.

Berita Terkait : Juara Mancing Ikan Mas

Memang, di tengah badai pandemi ini, kita tidak bisa sesumbar kebal dari virus. Sekalipun sudah divaksin, masih bisa terpapar. Namun, manusia memiliki keistimewaan dari Tuhan berupa akal. Termasuk bagaimana caranya kita beradaptasi di tengah pandemi.

Semoga saja, beragam persiapan program tatap muka tidak mengalami kendala. Sehingga seluruh anak bangsa bisa kembali ke dunianya, di sekolah. Aamiin. [Boy Sakti Hapsoro]