Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ngeri! 70 Juta Orang Indonesia Terjerat Rokok, Mayoritas Usia Anak Sekolah
Kamis, 30 Mei 2024 14:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dihantui bom waktu kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap fakta mencengangkan: 70 juta orang di Indonesia terjerat asap rokok. Mayoritas perokok adalah anak usia sekolah.
Data ini menunjukkan tren mengkhawatirkan, di mana anak muda menjadi target empuk industri rokok. Buktinya, prevalensi perokok pada anak sekolah usia 13-15 tahun melonjak dari 18,3 persen di tahun 2016 menjadi 19,2 persen di tahun 2019.
Baca juga : Gelaran Indonesia Berdaulat Digital, Wujud Menjaga Integritas Wilayah Digital
"Kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak, yaitu 56,5 persen," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Eva Susanti dikutip dari Info Publik, Kamis (30/5).
"Diikuti usia 10-14 tahun sebanyak 18,4 persen. Kita dihadapkan dengan bahaya pertumbuhan perokok aktif di Indonesia, terutama pada anak remaja," tegasnya.
Baca juga : Jokowi Masih Dikerubutin Untuk Diajak Selfie
Lebih parah lagi, industri rokok tak segan-segan mengerahkan strategi licik untuk menjerat anak muda. Media sosial seperti Instagram (68 persen), Facebook (16 persen), dan platform X (14 persen) menjadi ladang subur untuk membombardir anak muda.
Tak hanya itu, industri rokok juga gencar membuka gerai di festival musik dan olahraga, serta menyisipkan sponsor di berbagai kegiatan kepemudaan. Bahkan, mereka tak segan memberikan beasiswa untuk memikat para pelajar.
Baca juga : Indonesia Tempatkan 6 Wakil Di Olimpiade
Industri rokok, sebut Eva juga sangat agresif dalam menyabotase upaya pemerintah untuk menurunkan prevalensi merokok dengan berbagai taktik.
"Seperti menyebarkan informasi yang menyesatkan dan menggiring opini publik,” pungkas Eva.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya