Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Update Keamanan Di Windows Malah Bikin Dunia Kolaps, Cek Berikut Cara Atasinya
Sabtu, 20 Juli 2024 14:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dunia digital mendadak kolaps pada Jumat (19/7) gara-gara update software keamanan milik CrowdStrike. Niatnya mau melindungi Windows dari hacker, eh malah bikin komputer mati suri sedunia.
Bagaimana tidak? Gara-gara masalah ini, bandara, perbankan hingga rumah sakit mendadak lumpuh. Bahkan layanan darurat 911 pun tak bisa dihubungi.
Mantan bos keamanan siber Inggris, Ciaran Martin sampai angkat bicara dengan nada sinis. "Ini adalah gambaran yang sangat, sangat tidak mengenakkan mengenai kerapuhan infrastruktur inti internet dunia," kata dia, dilansir The New York Times.
CEO CrowdStrike, George Kurtz, memang pasang badan. Tapi untuk memulihkannya, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia mengakui, butuh waktu untuk memulihkan teknologi ini kembali normal.
"Kami sangat menyesal atas dampak yang kami timbulkan terhadap pelanggan, wisatawan, dan siapapun yang terkena dampak ini," ucapnya.
CrowdStrike sendiri sudah janji bakal lembur selama lima hari untuk membereskan kekacauan ini.
Baca juga : Cuaca Bogor Hari Ini Bikin Kota Hujan Jadi Kota Cerah, Asyik Buat Jalan-jalan
Sementara Microsoft tak mau disalahkan. Sang CEO, yakni Satya Nadella, menuding menuding CrowdStrike sebagai biang keladinya. Namun, mereka juga terus berupaya membantu pelanggan kembali bisa online.
"Menghadirkan sistem kembali online," ucapnya, singkat.
Untungnya, pengguna Apple dan Linux bisa senyum lebar. Mereka aman-aman saja dari drama update maut ini.
Kabarnya, 'blue screen of death' alias layar biru kematian jadi pemandangan horor di komputer pengguna Microsoft usai update Falcon Sensor. Diduga kuat, kurangnya pengujian jadi penyebab utama petaka ini.
Bandara Sydney, Hong Kong, India, Dubai, Berlin, Amsterdam, semua kena getahnya. Bahkan, lima maskapai raksasa AS terpaksa menghentikan semua penerbangan.
United Parcel Service, FedEx, hingga TD Bank pun ikut kena imbasnya. Akibatnya, saham CrowdStrike langsung nyungsep 11 persen akhir pekan ini.
Baca juga : 394 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Berikut Daftar Nama dan Asal Kloternya
Dunia memang sudah terlanjur candu sama teknologi. Tapi, insiden ini jadi pengingat keras bahwa keamanan siber itu penting. Jangan sampai satu kesalahan kecil bikin dunia 'mati suri'.
Tunggu dulu. Jangan-jangan komputer Anda juga pakai CrowdStrike? Cek segera dengan bebeapa langkah berikut:
- Task Manager: Buka Task Manager (Ctrl + Shift + Esc), cari proses bernama 'CSFalconService.exe'.
- Control Panel: Buka "Program dan Fitur", cari entri bernama "CrowdStrike Falcon Sensor".
- System Tray: Lihat di pojok kanan bawah layar, ada ikon CrowdStrike Falcon?
- Windows Services: Ketik 'services.msc' di Run, cari layanan bernama 'CSFalconService'.
Baca juga : Ratusan Orang Tewas Akibat Terinjak-injak
- Command Prompt: Ketik 'sc query CSFalconService' dan tekan Enter. Kalau ketemu salah satu dari tanda-tanda ini, berarti CrowdStrike Falcon sudah terpasang di PC Anda!
Jika sudah terpasang, segera masuk ke Safe Mode (dengan menekan F8 sebelum logo Windows muncul saat booting) dan ikuti langkah perbaikan berikut:
Buka folder C:WindowsSystem32driversCrowdStrike. Cari dan hapus file C-00000291*.sys. Kemudian restart komputer Anda. Semoga berhasil!
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya