Dark/Light Mode

Siapa Sangka, Temuan UGM Sebut Kulit Domba Garut Bisa Jadi Obat Hipertensi Alami

Kamis, 5 Desember 2024 17:31 WIB
Ilustrasi domba. Foto: Qamma
Ilustrasi domba. Foto: Qamma

RM.id  Rakyat Merdeka - Hipertensi terus menjadi ancaman serius di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, hipertensi menyumbang 10,2 persen penyebab kematian tertinggi keempat di Tanah Air. 

Salah satu cara menurunkan tekanan darah adalah menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) yang memicu pembentukan angiotensin II, penyebab utama tekanan darah tinggi.  

Di tengah upaya mencari solusi alami, tim peneliti Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Prof. Yuny Erwanto berhasil mengeksplorasi potensi kolagen dari kulit Domba Garut. Penelitian ini dilakukan bersama Prof. Fidel Toldra dari IATA Spanyol.  

Baca juga : Dirut Bank Mandiri Sebut Semua Pihak Harus Jadi Total Football Dukung Target Ekonomi

"Protein yang sudah dipecah menjadi bentuk yang pendek ini kemudian dikenal menjadi bioaktif peptide. Protein ini mempunyai aktivitas tertentu membantu fungsi kesehatan manusia,” ungkapnya, dilansir laman resmi ITB, Kamis (5/12).

Protein ini awalnya, kata Prof Yuni, tidak memiliki kemampuan bioaktif, tetapi setelah dipecah oleh enzim, ia menjadi agen bioaktif yang efektif.

Lebih jauh, penelitian ini juga membantah stigma bahwa produk peternakan seperti daging, susu, dan telur adalah penyebab hipertensi. 

Baca juga : Israel Serang Iran, Prof Hikmahanto: Kalau Dibalas, Bisa Picu Perang Terbuka

Menurut Yuny, produk tersebut justru kaya akan protein yang bermanfaat jika dikonsumsi dengan benar. “Yang perlu dihindari adalah lemaknya, bukan dagingnya,” tegasnya.  

Penemuan ini membuka peluang besar untuk mengembangkan agen antihipertensi alami dari kolagen kulit domba Garut. 

Data-data penelitian menunjukkan bahwa potensi protein dari kolagen kulit domba Garut dapat menjadi agen bioaktif sebagai penghambat antihipertensi. 

Baca juga : Pulau Seribu Bakal Jadi Maladewa-nya Indonesia

"Penelitian masih terus berjalan dan diharapkan penelitian ke depannya akan menghasilkan sekuen bioaktif peptide yang berpotensi untuk dihilirkan di pasaran sebagai salah satu agen antihipertensi yang bersifat alami,” pungkas Yuny. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.