Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Paten! Kemenag Rancang Program Magang Mahasiswa PTKI Ke Perusahaan Top Dunia
Kamis, 27 Maret 2025 11:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan keterampilan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) agar lebih siap memasuki dunia kerja. Salah satunya dengan merancang program magang serta Career Development Center (CDC) yang digagas oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Ini dilakukan untuk mengasah keterampilan dan meniti karier profesional mahasiswa PTKI setelah lulus.
Upaya tersebut mengemuka dalam Public Discussion Series IKRAR PTKI Seri Ke-7 yang diselenggarakan pada Selasa (25/3) dengan tema Employability Mahasiswa PTKI. Acara ini menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil Sahiron, M.A., serta Direktur Employability dan Entrepreneurship UNU Yogyakarta, Nurhadi.
Dalam diskusi tersebut, Prof. Sahiron menegaskan bahwa Kementerian Agama terus berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mahasiswa PTKI meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga : Wow! 15 Murid MAN Insan Cendekia Serpong Kantongi Beasiswa Dari Kampus Top Dunia
Ia menyoroti kenyataan bahwa tidak semua lulusan S1 akan melanjutkan ke jenjang S2, sehingga penting bagi mereka untuk memiliki keterampilan kerja yang cukup agar dapat bersaing di dunia profesional.
“Satu sisi mahasiswa S1 tidak semuanya akan melanjutkan ke S2, mungkin ada yang melanjutkan ke S2, tapi mungkin hanya sebagian kecil. Sebagian besarnya memasuki ruang-ruang kerja dan itu mayoritas. Untuk mendapatkan pekerjaan perlu adanya skill yang bisa didapatkan dari workshop, training, dan tentunya juga bisa dari magang di perusahaan-perusahaan ternama,” ujar Pelopor Integrasi Hermeneutika dan Ulumul Qur'an dengan pendekatan Ma'na-cum-Maghza ini.
Keseriusan Kemenag dalam merancang program magang ini, dituangkan dalam kebijakan Direktorat PTKI, khususnya melalui Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan, yang telah mempersiapkan regulasi dan teknis pelaksanaan Career Development Center (CDC).
Baca juga : Kemenag Resmikan Program Beasiswa Zakat, Dorong Mustahik Lebih Berdaya
Prof. Sahiron menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja. “Jadi ini seiring selaras, dari satu sisi kebutuhan mahasiswa untuk belajar bekerja atau langsung bekerja, di satu sisi lain program kami di Kementerian Agama terutama di Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan untuk juknisnya sudah digarap,” tuturnya.
Dalam rancangan program ini, mahasiswa PTKI akan diberikan kesempatan untuk magang di berbagai institusi, termasuk perusahaan besar nasional dan internasional seperti Astra International, Pertamina, Microsoft, Huawei, Google, dan Amazon.
Selain itu, kerja sama juga akan dilakukan dengan dunia usaha dan industri (DUDI), yayasan nirlaba, organisasi multilateral, institusi pemerintah, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan legalitas dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Baca juga : Kemenag Salurkan Beasiswa Zakat Untuk Mahasiswa PTKIN & PTN
Selain magang, mahasiswa juga akan didorong untuk mengikuti pelatihan berbasis proyek (project-based learning) guna meningkatkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Dalam skema ini, mahasiswa akan terlibat langsung dalam proyek-proyek nyata yang memberi mereka pengalaman berharga sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.
Prof. Sahiron menegaskan bahwa program magang dan CDC ini disusun sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa PTKI yang ingin memiliki keterampilan kerja sebelum lulus. Ia juga menanggapi kegelisahan mahasiswa yang merasa bahwa PTKI belum memiliki program magang yang sebanding dengan yang ada di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
“Saya secara pribadi punya konsern itu, punya konsern membantu, mengarahkan mahasiswa-mahasiswi yang ingin langsung memiliki skill pekerjaan dan juga pada saatnya bekerja setelah lulus,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya