Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Top! PRIMA Magang PTKI, Jurus Kemenag Jembatani Mahasiswa Bisa Kerja Di Zaman AI
Sabtu, 3 Mei 2025 11:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Professional Readiness Through Internship and Mentorship for Academics (PRIMA) Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sebagai langkah strategis menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja yang terus berubah di era kecerdasan buatan (AI). Kick off program dilaksanakan secara daring pada Jumat (2/5/2025) oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Program PRIMA dirancang tak hanya sebagai sarana magang biasa, melainkan dengan sistem pendampingan dan bimbingan profesional di lapangan. Mahasiswa tidak sekadar belajar, tapi juga berlatih keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri saat ini.
Baca juga : Aman Dan Nyaman, Hunian Mahasiswa Begawan Apartemen Di Malang Ludes Terjual
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja saat ini tak lagi cukup dihadapi dengan ijazah. “Perguruan tinggi harus punya cara-cara yang inovatif, yang kira-kira bisa dijadikan instrumen agar para alumni ini mendapatkan peluang pekerjaan,” ujar Suyitno. Ia mengingatkan bahwa berbagai profesi bahkan terancam tergantikan oleh AI, sehingga lulusan harus dibekali soft skill yang adaptif.
Menurut Suyitno, PRIMA Magang adalah wujud kehadiran negara dalam membantu PTKI bertransformasi agar alumninya tak hanya selesai studi, tetapi juga siap bekerja. Ia menyebut program ini sebagai kewajiban. “Jadi para pimpinan PTKI jangan berpuas diri jika sudah meluluskan mahasiswa, tetapi juga memikirkan anak ini bagaimana ke depan,” katanya.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan bahwa PRIMA Magang menjadi ikhtiar konkret memperkuat koneksi antara kampus keagamaan dengan dunia industri. “Kita ingin lulusan PTKI tidak hanya kuat dalam keilmuan, tetapi juga tangguh secara karakter, terampil dalam praktik, dan siap beradaptasi di tengah kompleksitas dunia nyata,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman kerja nyata, membangun jejaring profesional, dan mengasah rasa percaya diri. PRIMA Magang ditargetkan menjadi model peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam secara nasional.
Baca juga : Pameran Terbesar Kemaritiman Sea Indonesia 2025 Bakal Digelar Di Kemayoran
“Saya berharap semoga program ini dapat berjalan lancar, membawa manfaat yang besar, dan menjadi contoh peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam secara nasional,” tutup Sahiron.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya