Dark/Light Mode

Ratusan Guru Yayasan Jadi Pegawai UIN Jakarta, Siap Terapkan Kurikulum Cambridge

Sabtu, 22 November 2025 19:37 WIB
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada ratusan pegawai dari tiga satuan pendidikan, yakni Madrasah Pembangunan, TK Ketilang, dan SMA Triguna Utama di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (22/11). Foto: UIN Jakarta
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada ratusan pegawai dari tiga satuan pendidikan, yakni Madrasah Pembangunan, TK Ketilang, dan SMA Triguna Utama di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (22/11). Foto: UIN Jakarta

RM.id  Rakyat Merdeka - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada ratusan pegawai dari tiga satuan pendidikan, yakni Madrasah Pembangunan, TK Ketilang, dan SMA Triguna Utama. 

Penyerahan SK yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (22/11), ini menandai babak baru integrasi total pengelolaan sekolah ke dalam manajemen UIN Jakarta.

Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut langsung dari Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1543 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur perpindahan pengelolaan tiga satuan pendidikan yang semula di bawah yayasan, kini masuk sepenuhnya ke dalam tata kelola Badan Layanan Umum (BLU) UIN Jakarta.

Rektor Asep Saepudin Jahar menegaskan, integrasi ini bukan sekadar administrasi, melainkan penyetaraan sistem manajemen, kebijakan, hingga penggajian. Ia menjamin pengelolaan ke depan akan berbasis kompetensi, bukan nepotisme.

Baca juga : Banyak Yang Bergaji Kecil, ASN DKI Jakarta Gratis Naik Transportasi Umum

"Kami akan mengembangkan sekolah secara profesional, bukan karena kedekatan. Kami juga akan mendampingi dengan para ahli pendidikan dari luar," kata Asep dalam sambutannya.

Lebih jauh, Asep memberikan bocoran rencana peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah tersebut. Sertifikasi kurikulum internasional, seperti Cambridge, tengah dipertimbangkan sebagai opsi untuk mendongkrak kualitas lulusan.

“Sertifikasi kurikulum internasional seperti Cambridge menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan,” lanjutnya.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Imam Subchi, menambahkan bahwa integrasi ini memperjelas status aset dan kepegawaian. Ia mengingatkan bahwa secara historis, sekolah-sekolah tersebut berdiri di atas lahan negara milik Kementerian Agama dan menggunakan atribut UIN.

Baca juga : Ratusan Pelajar Medan Antusias Ikut Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA)

"Kita tegak lurus menjalankan perintah negara berdasarkan KMA," ujar Imam.

Meskipun belum seluruh pegawai hadir, Imam memastikan ratusan orang yang datang telah menerima SK dan sisanya akan menyusul.

“Dengan adanya KMA ini, statusnya menjadi jelas. Harapannya, kesejahteraan karyawan dapat meningkat dan tata kelola semakin baik,” lanjutnya.

Respons positif datang dari kalangan pendidik. Ali Ridho, guru Madrasah Pembangunan yang menerima SK, menyebut momen ini sebagai kepastian hukum bagi masa depan lembaga tempatnya mengajar. Ia merasa sekolahnya kini telah "pulang ke rumah".

Baca juga : Partai Perdana Liga Europa, Serigala Terkam Nice

"Sebenarnya dari awal setahu kami sudah di bawah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Cuma dalam perkembangannya kemudian berubah, dan ini berarti kembali lagi kepada induknya," tutur Ali.

Ali juga optimistis integrasi ini akan mempermudah penerapan teori pendidikan terbaru, mengingat koneksi langsung dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jakarta yang memiliki gudang ahli pendidikan.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran lengkap pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi S.Ag., S.H., M.H., M.A, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ali Munhanif M.A., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kelembagaan Din Wahid M.A., Ph.D.

Hadir pula Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr Hj Sri Lubis, M.A., Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Drs H Teguh Sarwono, M.Si., Dekan Tarbiyah dan Ilmu Keguruan  Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Prof. Dr. Khamami, M.A., dan Ketua PLKI Prof. Arif Zamhari M.Ag., Ph.D.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.