Dark/Light Mode

Cross Activist Coaching: Kepemimpinan Islam bagi Generasi Muda

Rabu, 29 April 2026 15:43 WIB
Awardee Bakti Nusa Palembang (Foto: Dok. Pribadi Penulis)
Awardee Bakti Nusa Palembang (Foto: Dok. Pribadi Penulis)

Bakti Nusa berkolaborasi dengan Great Indonesia dan Dompet Dhuafa menyelenggarakan program Cross Activist Coaching secara daring dengan tema “A New Experience: Find Your Why, Lead The Change” serta subtema “Kepemimpinan dalam Islam”. Kegiatan ini bertujuan menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan bagi generasi muda dalam memahami arah hidup sekaligus mengasah kapasitas kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam.

‎‎Program ini dirancang untuk membantu peserta menemukan tujuan hidup (why), memperkuat nilai dasar (values), serta mengembangkan keterampilan kepemimpinan (leadership) yang berlandaskan prinsip Islam. Di tengah dinamika era Revolusi Industri 4.0, banyak generasi muda yang unggul secara akademik dan aktif secara sosial, namun belum memiliki arah hidup yang terdefinisi dengan jelas. Melalui program ini, ditegaskan bahwa kompetensi teknis dan aktivitas semata tidak cukup tanpa fondasi nilai dan kepemimpinan yang kokoh.

Baca juga : Bamsoet: Kepemimpinan Harus Dibentuk Sejak Usia Muda

‎Kegiatan ini turut diikuti oleh Awardee Bakti Nusa Wilayah Palembang, yaitu Bagus Satrio, M. Yoti Lianes, Nada Naqiyya Affan, Rosalina Apriana, dan Salma Ishmah, yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian pembinaan. Materi utama disampaikan oleh Manager Wilayah BAKTI NUSA Makassar. Kaslam, S.TP., M.Si.

Dalam pemaparannya, ia menguraikan konsep kepemimpinan dalam perspektif Islam secara sistematis, meliputi tujuan kepemimpinan yang berorientasi pada ridha Allah, amar ma’ruf nahi munkar, serta kemaslahatan umat. Ia juga menekankan pentingnya karakter inti pemimpin, yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, yang menjadi fondasi dalam menjalankan peran kepemimpinan.

Baca juga : Trump Akan Ke Pakistan, Kesepakatan Damai AS-Iran Sudah Dekat

‎‎Selain itu, prinsip-prinsip kepemimpinan Islam seperti tauhid, keadilan, musyawarah, dan keteladanan dipaparkan sebagai kerangka dasar dalam pengambilan keputusan. Keteladanan Rasulullah juga dijadikan rujukan utama, terutama dalam aspek visioner, empati, kemampuan delegasi, dan istiqamah dalam perjuangan.

Dalam sesi refleksi, peserta diajak menelaah kondisi Indonesia yang dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti korupsi, penyebaran hoaks, dan polarisasi sosial. Pemateri menegaskan, “Masalahnya bukan sistem, tapi manusianya”. Pernyataan ini menekankan bahwa perubahan yang berkelanjutan harus dimulai dari perbaikan individu.

Baca juga : Jaksa Agung Bakal Kembangkan Kasus Tambang ke Sektor Emas

‎Melalui pendekatan Leadership Project, peserta tidak hanya dibekali pemahaman konseptual, tetapi juga didorong untuk mengimplementasikan ilmu melalui aksi nyata di masyarakat. Beberapa contoh proyek yang diangkat meliputi penguatan literasi desa, dakwah kampus, gerakan anti-hoaks, serta pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

‎‎Sebagai penutup, peserta diajak merefleksikan tiga pertanyaan mendasar: apa tujuan hidup (why) yang ingin dicapai, bagaimana ingin dikenal oleh orang lain, serta masalah apa yang ingin diselesaikan. Pesan utama yang ditekankan dalam sesi penutup adalah, “Jangan hanya jadi orang sukses, tapi jadilah orang yang berdampak.”

‎Melalui program ini, diharapkan lahir generasi pemimpin muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan umat.

Bagus Satrio
Bagus Satrio
Mahasiswa Universitas Sriwijaya/Awardee Beasiswa Aktivis Nusantara 15

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.