Dewan Pers

Dark/Light Mode

Salut, Kodam Kasuari Pecahkan Rekor Muri Olahraga Karate

Kamis, 2 Desember 2021 15:51 WIB
Salut, Kodam Kasuari Pecahkan Rekor Muri Olahraga Karate

RM.id  Rakyat Merdeka - Kodam XVIII/Kasuari berhasil memecahkan Museum Rekor Indonesia (Muri) pada olahraga karate sabuk hitam terbanyak. Tercatat, sebanyak 1.092 karateka mengikuti olahraga tersebut. Penganugerahan piagam rekor Muri tersebut diberikan bersamaan dengan upacara penyematan dan kehormatan, serta kenaikan pangkat sabuk hitam karate prajurit Kodam XVIII/Kasuari di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Arfai, Manokwari, Papua Barat, Kamis (2/12).

Upacara dibuka oleh Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen I Nyoman Cantiasa dan para pejabat Kodam lainnya. Serta dihadiri oleh Dewan Guru dari Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) Pusat dan seluruh prajurit Kodam Kasuari yang naik sabuk hitam.

Berita Terkait : Komnas HAM: Dilecehkan Rekan Sekantor, Pegawai KPI MS Alami Stres Berat

Dalam sambutannya, Nyoman mengaku bangga terhadap para prajuritnya yang berhasil mencapai target, sehingga menorehkan prestasi melalui kerja keras yang selama ini dilakukan. “Kalian semua mendapatkan sabuk hitam ini tidak mudah, melalui kerja keras dan latihan di bawah sengatan matahari saya lihat semangat kalian setiap hari latihan untuk terus bisa dinaikkan tingkat sabuk dari putih hingga hitam," kata Cantiasa dalam keterangannya, Kamis (2/12). 

Dia mengingatkan kepada seluruh karateka untuk memegang teguh sumpah keahlian yang telah diikrarkan. Antara lain sanggup memelihara kepribadian, kejujuran, mempertinggi prestasi, menjaga sopan santun, dan menguasai diri. 

Berita Terkait : Iwan Bule Sokong Komdis Jatim Bongkar Pengaturan Skor Liga 3

“Sebagai seorang prajurit harus memiliki kepribadian yang baik tidak boleh menjadi penghianat apalagi di Kodam Kasuari ini yang merupakan daerah konflik. Sebagai atlet perang gunakan kemampuan bela dirimu untuk membela diri. Jika dalam bertempur senjatamu sudah tidak bisa digunakan lagi, gunakan bila dirimu,” ungkapnya. 

Cantiasa berpesan agar ilmu beladiri yang sudah didapat tidak disalahgunakan dan harus dipertanggungjawabkan. Sehingga penyematan sabuk hitam ini pantas diberikan dan terus dipelihara. “Saya ingin menjadikan prajurit Kodam Kasuari adalah prajurit yang profesional, jago tembak, jago navigasi, jago tak tik dan jago beladiri," ujarnya. [UMM]