Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
International Conference on Islam and Human Rights
Gus Yahya: Rahmatan Lil Alamin, Solusi Perdamaian Dunia
Sabtu, 11 Desember 2021 19:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengungkapkan, solusi perdamaian dunia yakni dengan mengusung dan menerapkan konsensus Islam Rahmatan Lil Alamin.
"Dunia bisa memilih gagasan Rahmatan Lil Alamin ini. Jika jalan ini menjadi konsensus sosial dan aspirasi fundamental dari seluruh masyarakat, maka ini bisa menjadi penentu setiap pemerintah atau negara dalam pergaulan di internasional," ungkap Gus Yahya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (11/12).
Pandangan Gus Yahya soal Islam Rahmatan Lil Alamin yang berarti Islam untuk seluruh alam semesta ini disampaikan pada International Conference on Islam and Human Rights (ISIHR), Jumat (10/12).
Baca juga : Semangat Dan Doa Mengalir Dari Mulut Pemimpin Dunia
Konferensi yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) ini bekerja sama dengan Komnas HAM ini mengusung tema Islam dan Hak Asasi Manusia. Konsensus Islam melalui spirit Islam Rahmatan Lil Alamin yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan kuat serta universal, kata Gus Yahya, sangat efektif dan kontributif dalam penciptaan perdamaian dunia.
Mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur ini mengatakan, perdamaian dunia sangat bisa terwujud. Sebab, hakikatnya setiap manusia memiliki keinginan untuk hidup dalam kedamaian.
"Kesamaan tujuan itu hanya bisa terbentuk jika setiap orang memiliki kesadaran saling menjunjung tinggi hak asasi manusia. Sifat hak asasi ini sangatlah universal sehingga menembus berbagai latar belakang, kewilayahan, hingga pun kepentingan," ungkap putra tokoh NU sekaligus salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH. Muhammad Cholil Bisri ini.
Baca juga : Krakatau International Port Tingkatkan Peran RI Dalam Perdagangan Global
Ditambahkan Gus Yahya, melalui organisasi kemasyarakatan Islam Nahdlatul Ulama (NU), dia tak henti mengampanyekan nilai-nilai hak asasi manusia yang sangat universal ini. Baik di level masyarakat bawah level lokal hingga ke dunia internasional.
"Model perdamaian Islam Rahmatan Lil Alamin yang diusung NU terbukti sangat relevan untuk membangun konsensus sosial di berbagai wilayah. Saya selalu berupaya mengajak atau memperkuat gerakan perdamaian di tingkat akar rumput hingga membentuk konsensus sosial. Saya yakin itu bisa karena semua orang mau hidup dalam perdamaian," ujar Gus Yahya yang kini menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Calon kuat Ketua Umum PBNU itu mengungkapkan, NU memiliki komitmen besar untuk membangun perdamaian lewat gerakan Islam washatiyah (moderat) dalam kerangka menuju peradaban dunia yang lebih baik dan bermartabat. Upaya besar NU, antara lain dikuatkan melalui teologi ukhuwah basyariah yang pernah dicetuskan oleh KH. Achmad Siddiq pada 1984.
Baca juga : Gerindra Harap Revisi Otsus Jadi Solusi Permasalahan Papua
Ikhtiar ini terus diperkuat antara lain lewat Deklarasi Nahdlatul Ulama pada event International Summit of Moderate Islamic Leader (ISOMIL) pada 2016. Setahun berikutnya, NU mengajak dunia mengakhiri segala konflik lewat Deklarasi Islam untuk Kemanusiaan dilanjutkan Manifesto Nusantara pada 2018. Sedangkan pada 2019 NU juga menggelar Bahtsul Masail Musyawarah Nasional Alim Ulama di Kota Banjar. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya