Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perayaan Idul Adha Di Masa Pandemi
Semangat Dan Doa Mengalir Dari Mulut Pemimpin Dunia
Rabu, 21 Juli 2021 05:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Idul Adha tahun ini kembali dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Para pemimpin negara di dunia saling menyemangati dan mengirimkan doa.
Presiden Israel Isaac Herzog, misalnya. Herzog menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menyampaikan ucapan selamat atas perayaan Idul Adha yang jatuh kemarin.
Dilansir Kantor Berita Palestina, Wafa, kemarin, selain Herzog, Abbas juga menerima ucapan selamat Idul Adha dari Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz.
Baca juga : Idul Adha 1442 H, Angkasa Pura II Sumbangkan 40 Sapi
“Presiden Abbas menerima ucapan selamat dan doa agar rakyat Palestina diberi kesehatan di tengah terpaan pandemi,” demikian pernyataan Kantor Kepresidenan Palestina, dikutip Wafa.
Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi juga menghubungi Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al Thani untuk mengucapkan selamat Hari Raya. Dia juga menyampaikan harapan agar rakyat Qatar diberi kemakmuran dan kesehatan.
“Presiden Sisi juga menghubungi Emir Kuwait Sheikh Nawaf Al Ahmad Al Jaber Al Sabah, Presiden Irak Barham Salih dan Presiden Tunisia Kais Saied,” terang Juru Bicara Kepresidenan Mesir, Bassam Rady, dikutip Arab News, kemarin.
Baca juga : Anies: Idul Adha Di Tengah Pandemi Covid, Keluarga Makin Terasa Penting
Tidak ketinggalan, Raja Salman dari Arab Saudi juga menghubungi Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad. Keduanya saling bertukar ucapan. Emir Qatar mendoakan Saudi sukses menyelenggarakan Ibadah Haji tahun ini.
Dari Eropa, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengucapkan selamat Idul Adha untuk umat Muslim sedunia.
Johnson mengatakan, belakangan ini seluruh dunia menghadapi situasi yang tidak mudah. Begitu juga dengan umat Muslim di Inggris.
Baca juga : Perayaan Idul Adha, Khofifah: Sembelihlah Sifat Sombong Dan Ego Pribadi
Sebelumnya, kata Johnson, umat Muslim harus tetap menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, di tengah lockdown. Kini, umat Muslim sedunia mendambakan pergi haji. Namun, tidak bisa karena adanya pembatasan terkait situasi pandemi.
“Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengorbanan umat Muslim Inggris yang begitu besar, dan semua hal heroik yang telah Anda lakukan. Seperti mematuhi aturan jaga jarak, serta memberikan bantuan makanan atau pertolongan lain kepada kelompok rentan,” ujar Johnson dalam pesan video yang diterima Rakyat Merdeka, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya