Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Akhir Masa Tanggap Darurat Semeru
Relawan Indonesia CARE Tahlilan Untuk Korban Hilang
Jumat, 17 Desember 2021 22:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masa tanggap darurat untuk bencana erupsi Gunung Semeru telah diakhiri oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang sejak Kamis (16/12) lalu. Kelompok relawan, Indonesia CARE, menginisiasi gelaran tahlil bersama relawan dan masyarakat di area zona merah.
"Kami upayakan program ini bisa berlangsung terus sebagai bagian dari program mitigasi spiritual," ujar Direktur Indonesia Care, Lukman Azis di Masjid Al Amin, Kecamatan Candi Puro, Lumajang, Jumat (17/12).
Lukman menceritakan, Indonesia CARE bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Wilayah Jawa Timur dan Daerah Lumajang akan terus menggelar acara tahlil ini. Acara ini, akan dilakukan di setiap masjid maupun mushola setempat.
Baca juga : Bahas Perikanan, eFishery Gelar Indonesia Aquaculture Outlook 2022
Ketua Indonesia CARE Jawa Timur, Mandiri Ratu Warang Agung menjelaskan tujuan kegiatan tahlil ini adalah upaya memberikan ketenangan bagi warga di lokasi terdampak bencana.
"Ini pengejawantahan dari QS Ar Rad ayat 28, karena hanya dengan mengingat Allah sajalah hati menjadi tenang. Dan warga dalam kondisi gelisah dan tidak tenang akibat bencana ini. Karenanya kita ajak semua untuk mendekatkan diri pada sang pencipta," ujar Warang Agung.
Penanggung jawab posko Indonesia Care di Lumajang ini mengatakan, ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan sejak peristiwa erupsi Semeru.
Baca juga : Alhamdulillah, Korban PHK Bakal Dapat JKP
"Kita melihat selama ini fokus perhatian semua pihak hanya di urusan bantuan logistik, pencarian korban, dan kegiatan fisik lainnya. Sedangkan masalah spiritualnya belum tersentuh," katanya.
Sementara itu, Kordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Jawa Timur, Edi Purwanto menilai, kegiatan seperti ini merupakan upaya menyeimbangkan apa yang telah dikerjakan pemerintah dan para relawan dalam mitigasi bencana. "Kami sebut sebagai mitigasi spiritual," ujar Edi.
Edi menganalogikan, kegiatan ini sebagai ajakan kepada segenap relawan dan masyarakat untuk lebih mendekatkan diri pada sang pencipta.
Baca juga : TASPEN Salurkan Bantuan Untuk Korban Erupsi Gunung Semeru
"Sebuah bencana tak akan terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menggerakkan. Karenanya selain usaha bersifat fisik berupa pembuatan tanggul, relokasi, pemetaan lokasi bencana dan lain-lain, juga perlu dilihat dari sisi spiritual yaitu sikap dan perilaku kita terhadap Tuhannya dalam memperlakukan alam ini," ujarnya.
Acara ini, juga dihadiri sejumlah relawan dari Indonesia CARE, KAHMI, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Brigade Relawan Nusantara (BRN), DT Peduli, Wanita Perisai Syarikat Islam, dan SAGA Jakarta. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya