Dark/Light Mode

KSP: Jangan Khawatir, Manfaat Vaksin Booster Sudah Dikaji Secara Ilmiah

Selasa, 11 Januari 2022 08:59 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo (Foto: KSP)7
Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo (Foto: KSP)7

RM.id  Rakyat Merdeka - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo memastikan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengkaji manfaat vaksin booster.

"Penggunaan vaksin booster juga sudah dilakukan di 120 negara. Seharusnya, masyarakat tidak perlu khawatir lagi," kata Abraham pada tim media KSP, di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (11/1).

Baca juga : Persiapan MotoGP Mandalika, Vaksinasi Di NTB Kudu Dikebut

Pemerintah akan memulai vaksinasi booster pada Rabu (12/1) besok, dengan menggunakan vaksin Corona Vac (Sinovac), AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Zifivak.

Abraham menyebut, pemerintah sudah menyiapkan 350 juta lebih vaksin untuk vaksinasi booster selama enam bulan ke depan, untuk periode Januari - Juni 2022.

Baca juga : Gratiskan Vaksin Booster Dong

"Vaksinasi booster akan dimulai secara bertahap. Untuk stok vaksin Januari 21 juta, Februari 35 juta, Maret 48 juta, April 66 juta, Mei 83 juta, dan Juni 99 juta," terang Abraham.

Vaksin booster akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas, yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.

Baca juga : Puan: Segera Kendalikan Harga

Vaksinasi booster akan diberikan di kabupaten/kota, yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

"Jadi, sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” pungkas Abraham. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.