Dewan Pers

Dark/Light Mode

Demi Keadilan

Gratiskan Vaksin Booster Dong

Senin, 10 Januari 2022 07:15 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah didesak menggratiskan vaksin booster kepada masyarakat. Salah satu desakan datang dari Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira.

Dia menulai, anggaran Pemerintah masih mampu untuk memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga secara gratis bagi masyarakat. Tapi, Pemerintah banyak menghabiskan anggaran untuk hal yang tidak relevan dengan penanganan pandemi pada 2021.

Berita Terkait : Pekerja Rentan Kena Corona Kudu Dapat Vaksin Booster Gratis

Penggunaan anggaran dititik­beratkan pada infrastruktur dan belanja yang birokratis, seperti belanja pegawai dan belanja barang. Sebaiknya, disarankan Bhima, anggaran itu dialokasikan untuk pemberian vaksin booster bagi masyarakat.

“Sebenarnya Pemerintah masih memiliki kapasitas untuk memberikan vaksin itu secara gratis sampai mencapai herd immunity,” tutur Bhima dalam diskusi LaporCovid-19, kemarin.

Berita Terkait : Dimulai 12 Januari, Ini Kriteria Untuk Dapat Vaksinasi Booster

Dia juga menyarankan, pelaksanaan vaksinasi booster yang bakal dimulai Rabu mendatang sebaiknya ditunda. Soalnya, masih banyak wilayah di Indonesia yang belum mencapai target vaksinasi 70 persen penduduk di wilayahnya. “Untuk saat ini vaksin booster belum mendesak kalau masih ada penduduk yang belum dilakukan vaksinasi dua dosis lengkap,” tutur Bhima.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat untuk Akses Keadilan Kesehatan juga mendesak pemerintah untuk menunda dan menggratiskan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster Covid-19 bagi masyarakat umum. Alasannya sama, banyak wilayah yang belum mencapai target vaksinasi 70 persen.

Berita Terkait : Sembarangan Nyuntik Vaksin Covid, Guru Di AS Ditahan

“Kami sangat mendukung program vaksinasi yang berkeadilan, dalam arti memastikan akses terhadap vaksin itu betul-betul menempatkan kelompok paling berisiko mendapatkan perlindungan terlebih dahulu,” kata Firdaus Ferdiansyah.

Koalisi menyoroti vaksinasi terhadap kelompok lansia saja masih belum mencapai target secara nasional. Karena itu, seharusnya target ini diselesaikan dulu sebelum melangkah ke vaksinasi dosis ketiga.
 Selanjutnya