Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kenaikan Kebutuhan Pokok Tambah Beban Rakyat

Puan: Segera Kendalikan Harga

Senin, 10 Januari 2022 07:10 WIB
Ketua DPR Puan Maharani mendesak pemerintah mengendalikan harga sejumlah kebutuhan pokok. (Foto: Dok. DPR RI)
Ketua DPR Puan Maharani mendesak pemerintah mengendalikan harga sejumlah kebutuhan pokok. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani mendesak pemerintah mengendalikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang melambung tinggi, khususnya minyak goreng. Tingginya kenaikan harga kebutuhan pokok menambah beban rakyat di masa pandemi Covid-19.

“Beberapa kebutuhan pokok, seperti telur, bawang, dan cabe harganya belum kembali stabil sejak akhir tahun lalu. Bahkan, minyak goreng masih mahal, meski pemerintah sudah memberi acuan harga Rp 14 ribu per liter,” sesal Puan melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Politikus PDI Perjuangan itu mengingatkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah jauh-jauh hari meminta jajarannya mengendalikan harga kebutuhan pokok. Namun, sejumlah harga kebutuhan pokok masih mahal, meski sudah memasuki pekan kedua Tahun 2022.

Berita Terkait : Tertibkan Izin Tambang-Kehutanan, Presiden Dengarkan Suara Publik

“Berbagai kementerian terkait dan pemerintah daerah (pemda), harus bekerja cepat dalam merealisasikan arahan Bapak Presiden. Segera kendalikan harga-harga kebutuhan pokok untuk dapat mengurangi beban rakyat di masa pandemi Covid-19,” tegas dia.

Khusus minyak goreng, Puan meminta pemerintah menyalurkan minyak goreng bersubsidi secara merata. Pasalnya, harga minyak goreng di pasaran tak kunjung turun, masih berkisar Rp 20 ribu per liter. Para Pedangang di pasar tradisional menjual minyak dengan harga tinggi, karena masih mendapat harga mahal dari agen.

“Minyak subisidi masih langka di pasaran, baik pasar tradisonal maupun ritel. Pemerintah harus melakukan pengawasan ketat, karena masyarakat belum merasakan program tersebut. Penyaluran minyak bersubsidi harus merata di seluruh daerah, agar dapat dirasakan oleh rakyat,” tutur dia.

Berita Terkait : Ganjar Tak Keberatan

Puan juga meminta pemerintah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) untuk pemda, terkait penyaluran minyak goreng murah. Dengan begitu, pemda dapat bergerak cepat dalam menerapkan program minyak goreng subsidi di wilayahnya. “Pemda harus menggelar sebanyak mungkin operasi minyak goreng, untuk membantu masyarakat, khususnya warga kelas menengah ke bawah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Mantan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini menilai, tingginya harga minyak goreng merupakan sebuah ironi di Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.

Ia pun menyoroti bagaimana negara tetangga, Malaysia, memberikan subsidi minyak goreng untuk warganya dengan cukup baik. Pemerintah Negeri Jiran menetapkan harga minyak goreng bersubsidi senilai RM 2,5 atau sekitar Rp 8.500 per kilogram untuk kemasan sederhana.

Berita Terkait : Erick: Prioritaskan Kebutuhan Energi Dalam Negeri, Demi Kelancaran Pembangunan

“Negara harus memastikan, rakyat dapat menikmati hasil bumi Tanah Air-nya tanpa kesulitan. Karenanya, kami berharap, pemerintah memberi subsidi sebanyak-banyaknya untuk rakyat, dan menstabilkan harga pangan untuk mengurangi beban rakyat,” tandasnya. [ONI]