Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diprediksi Luhut Memuncak Di Februari
Semoga Omicron Takluk Saat Puasa Dan Lebaran
Kamis, 13 Januari 2022 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gelombang ketiga Covid-19 akibat varian Omicron yang kini sedang melanda dunia, diprediksi juga akan hinggap ke Indonesia. Komandan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Pandjaitan bahkan memprediksi puncak serangan Omicron di Tanah Air bakal terjadi, Februari nanti. Dengan pengalaman dan kesigapan dari semua kalangan, semoga Omicron bakal takluk saat Puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, April dan Mei nanti. Amin.
Di sini, varian yang pertama kali muncul di Afrika Selatan itu, terus menanjak. Hingga Senin (10/1), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada tambahan kasus baru sebanyak 92 orang. Dengan tambahan tersebut total kasus Omicron di Indonesia mencapai 506 orang.
Menurut Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, kasus Omicron didominasi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Dari 506 kasus itu, 415 merupakan PPLN, 84 kasus transmisi lokal.
Baca juga : Asproksi Dukung Pemerintah Hadapi Omicron Melalui Alkes Berkualitas
Meskipun kasusnya terus bertambah, Nadia mengaku, mayoritas kasus Omicron menunjukkan gejala ringan dan tanpa gejala. Berbeda dengan varian Delta yang sempat memunculkan gelombang ke-2 pada Juni-Juli tahun lalu, pasien yang terpapar Omicron tak perlu dirawat di rumah sakit.
Namun, dia meminta masyarakat jangan sampai lengah dan menganggap enteng varian ini. “Mengingat karakteristik Omicron yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat,” warning Nadia, kemarin.
Kapan puncak serangan Omicron? Kemarin, Luhut Pandjaitan menjelaskan analisanya. Menko Kemaritiman dan Investasi ini memprediksi, puncak gelombang Corona akibat Omicron akan terjadi Februari. Prediksi itu didapat dari hasil pengamatan negara lain yang mengalami puncak kasus Omicron dalam kisaran 40 hari, lebih cepat dari varian Delta.
Baca juga : Tangerang Banyak Berubah, Pengamat: Rakyat Puas Dengan Kinerja Bang Zaki
Menghadapi gelombang Omicron itu, Luhut memastikan pemerintah sudah menyiapkan sejumlah strategi. Mulai dari meningkatkan cakupan vaksinasi, hingga kesiapan fasilitas kesehatan berupa obat-obatan, ruang isolasi, tenaga kesehatan, dan oksigen.
Tak hanya itu, Luhut menegaskan, pemerintah juga sudah meningkatkan kapasitas testing dan tracing, serta fasilitas isolasi terpusat yang lebih bagus. Dengan sistem kesehatan yang jauh lebih baik, Luhut yakin, kasus Omicron tidak akan meningkat setinggi negara lain.
“Syaratnya, kita semua harus disiplin (prokes) dan kompak,” kata Luhut, dalam keterangan virtual, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya