Dark/Light Mode

Penderita Omicron Cepat Sembuh

30 Persen Kudu Dirawat, Satu Persen Meninggal...

Minggu, 23 Januari 2022 07:15 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) siap menghadapi lonjakan kasus Omicron. Meski waspada, tak perlu panik berlebihan.

Kebanyakan kasus positif Omicron bergejala ringan. Tidak perlu dirawat di Rumah Sakit (RS). Hanya sedikit kasus berujung kematian.

Budi memastikan, penularan Covid-19 varian Omicron sudah pada tahap transmisi lokal. Penularan sudah terjadi antar warga yang berinteraksi di lingkungan.

Baca juga : Jemaah Umroh Sumbang 50 Persen Kasus Omicron Di Malaysia

Berdasarkan prediksi, puncak kasus akan terjadi di akhir Februari hingga awal Maret. Tepatnya, 40 hari setelah virus Omicron terdeteksi masuk Indonesia. “Di negara lain sampai puncak 40 hari, mungkin di Indonesia akhir Februari hingga awal Maret capai puncak. Ini kita perang saja sampai awal Maret,” ujar Budi, kemarin.

Dia meminta Pemda tak kaget atas lonjakan kasus Omicron. Karena itu, skenario antisipasi sudah mesti disiapkan dari jauh hari. Paling utama adalah disiplin protokol kesehatan (prokes) dan capaian vaksinasi.

“Pertama prokes jalan terus. Pakai masker, jaga jarak, lalu surveilans tetap jalan jangan takut tes naik dan kurangi pergerakan. Kalau tes ada positif langsung diisolasi saja. Agar tak cepat nular,” imbaunya.

Baca juga : Sedihnya, Salat Depan Ka’bah Renggang Lagi

Dia juga meminta Pemda mengaktifkan kembali isolasi terpusat. Untuk menampung para pasien yang terpapar Covid-19 khususnya varian Omicron. Tujuannya agar penularan di lingkungan bisa ditekan sedini mungkin.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini menjelaskan, masuknya Omicron tidak bisa ditolak. Hanya saja dengan strategi yang kuat, maka sebaran bisa ditekan. Dengan begitu, lonjakan kasus tidak terjadi secara massif.

Diterangkannya, Omicron memiliki karakter yang berbeda dengan varian Delta. Penularannya lebih cepat. Sehingga otomatis, angka kasus tinggi. Walau begitu durasi terjangkitnya tidak selama varian Delta.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.