Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bunuh 3 Prajurit TNI
Teroris Papua Tak Layak Lagi Dianggap Saudara
Jumat, 28 Januari 2022 08:23 WIB
Sebelumnya
Dave mengatakan, operasi di Papua memang harus melakukan pendekatan humanis. Harapannya, agar tidak muncul pikiran bahwa masyarakat Papua adalah musuh. Kata dia, warga Papua adalah bukan lawan.
Yang menjadi musuh adalah mereka yang terlibat dalam kegiatan teroris dan separatis. Ini yang harus dihentikan, mulai dari sisi pendanaan, peralatan, sampai pelatihan. “Ini yang perlu kita tanggulangi. Kalau kita anggap masyarakat Papua musuh akan memicu perang yang lebih besar,” paparnya.
Baca juga : Kembali Membara, 3 Prajurit TNI Gugur Oleh Teroris Papua
Direktur Eksekutif Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya meminta khusus kepada KSAD Jenderal Dudung agar fokus pada pencegahan terorisme yang saat ini mengancam Papua. Soalnya, kelakuan teroris Papua itu tak hanya meresahkan masyarakat, tapi sudah betul-betul mengancam kedaulatan bangsa.
Peristiwa ini juga jadi perhatian warganet. Sebagian warganet menyoroti omongan Dudung dalam kunjungannya ke Timika, Papua, November lalu. Dalam kesempatan itu, Dudung mengatakan, teroris Papua yang oleh pemerintah disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu, tidak harus diperangi. “Mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus, karena mereka adalah saudara kita,” kata Dudung, saat itu.
Baca juga : Persib Siap Latihan Lagi, David Da Silva Nggak Sabar Cetak Gol
Omongan Dudung ini, kemudian yang dikomentari warganet dan dikaitin dengan peristiwa kemarin. @myputun mengatakan, teroris Papua bukan saudara. “Bergeraklah memburu teroris radikal di Papua. Bukan radikul di kota,” kicaunya.
Imam Masjid di New York, AS, Imam Shamsi Ali berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai ada lagi prajurit yang menjadi korban. “Ini radikal. Ini teroris…yang sangat urgent diselesaikan,” kicau @shamsiali2. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya