Dark/Light Mode

Gunung Anak Krakatau Erupsi 9 Kali, Hindari Radius 2 Km Dari Kawah Aktif

Jumat, 4 Februari 2022 21:52 WIB
Erupsi Anak Gunung Krakatau, Jumat (4/2). (Foto: PVMBG)
Erupsi Anak Gunung Krakatau, Jumat (4/2). (Foto: PVMBG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi hingga 9 kali pada hari ini, Jumat (4/2).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, erupsi itu terjadi pada pukul 09:43, 10:25, 10:28, 12:46, 13:00, 13:31, 13:41, 14:46 dan 17:07 WIB, dengan tinggi kolom abu berkisar 800-1.000 meter di atas puncak dan warna kolom kelabu-hitam tebal.

Berdasarkan pemantauan visual oleh PVMBG, terdapat indikasi bahwa erupsi yang terjadi merupakan tipe magmatik. Sejalan dengan kegempaan vulkanik yang terekam.

Baca juga : Kejagung Garap Kasus Korupsi Triliunan, Ini Kata KPK

Kegempaan gunung Anak Krakatau telah terjadi sejak 16 Januari - 4 Februari 2022. Ditandai dengan terekamnya gempa-gempa vulkanik dan gempa permukaan, yang mengindikasikan adanya intrusi magma dari bawah ke permukaan secara bertahap.

Dari data pemantauan secara visual dan instrumental, gunung Anak Krakatau terindikasi berpotensi erupsi.

Potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini dapat berupa lontaran lava pijar, material piroklastik maupun aliran lava.

Baca juga : Penindakan Korupsi Harus Fokus Ke Perampasan Aset

Hujan abu lebat secara umum berpotensi di sekitar kawah di dalam radius 2 km dari kawah aktif. Hujan abu yang lebih tipis dapat menjangkau area yang lebih luas, bergantung pada arah dan kecepatan angin.

Saat ini, tingkat aktivitas gunung Anak Krakatau ditetapkan pada Level II (Waspada).

Masyarakat diimbau tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 2 km dari kawah aktif. Serta mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui PVMBG.

Baca juga : Gunung Semeru Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu 1.500 M Di Atas Puncak

Saat ini, beredar video-video erupsi gunung Anak Krakatau tahun 2018, yang seakan-akan merupakan kondisi gunung tersebut saat ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat, agar tidak terpancing dan meneruskan berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas gunungapi Anak Krakatau. Serta mengikuti arahan dari instansi yang berwenang. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.