Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bupati Tapanuli Utara Bantu Korban Bencana Di Siborongborong

Sabtu, 2 April 2022 22:44 WIB
Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan (kanan) memberikan bantuan secara simbolis kepada korban bencana alam puting beliung di Desa Bahal Batu 3 Kecamatan Siborongborong., Sabtu (2/4)
Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan (kanan) memberikan bantuan secara simbolis kepada korban bencana alam puting beliung di Desa Bahal Batu 3 Kecamatan Siborongborong., Sabtu (2/4)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan memberikan bantuan secara simbolis kepada korban bencana alam puting beliung di Desa Bahal Batu 3 Kecamatan Siborongborong.

Berupa uang santunan, sembako yang terdiri dari beras, telur, Mie instam, gula putih, susu dan teh celup.

Dalam arahannya, Nikson mengajak masyarakat yang tertimpa bencana agar selalu sabar, dan berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Berita Terkait : Jangan Jadi Macan Ompong

“Mudah-mudahan bisa meringankan beban. Semoga bisa bersabar. Semoga ini bencana yang pertama dan yang terakhir kalinya terjadi di desa ini dan dan Kabupaten Tapanuli Utara,” kata Bupati melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (2/4)

Kepala daerah dari  PDI Perjuangan ini berharap seluruh masyarakat Tapanuli Utara, tetap waspada terhadap bencana.

Dia juga meminta jajarannya, untuk bergerak cepat membantu masyarakat yang tertimpa musibah seperti ini. 

Berita Terkait : MH Expo 2022 Tampilkan Berbagai Pelayanan Kesehatan Berkualitas Dunia

“Kita harus waspada terhadap bencana alam, yang tidak kita ketahui kapan datangnya. Saya minta Pemerintah Daerah bergerak cepat, bila ada bencana alam. Bantuan harus secepatnya dikirim. Paling lama, dua hari setelah kejadian,” tegas Nikson. 

Usai acara penyerahan bantuan, Bupati bersama rombongan melihat langsung kondisi fisik bangunan, yang rusak akibat diterjang angin kencang tersebut. 

Bencana alam yang merusak rumah warga dan ladangnya terjadi pada hari Kamis (31/3) di Desa Bahal 1 dan Desa Bahal 3  Kecamatan Siborongborong, menimpa sebanyak 68 Kepala Keluarga. [MFA]