Dark/Light Mode

Muncul Varian Omicron XE

Tak Usah Khawatir, Hadapi Dengan Vaksinasi Dan Prokes

Rabu, 6 April 2022 06:30 WIB
Ilustrasi Covid-19 varian omicron. (Foto: Shutterstock/angellodeco).
Ilustrasi Covid-19 varian omicron. (Foto: Shutterstock/angellodeco).

 Sebelumnya 
“Pemerintah terus mengawasi pintu-pintu masuk ke Indonesia untuk mencegah perseba­ran varian baru virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19,” kata Nadia.

Pemerintah, lanjut Nadia, akan memperkuat pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS) untuk mengidentifikasi varian baru.

Baca juga : Icon+, Anak Usaha PLN Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi Dan Syaratnya

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Pemerintah tetap berhati-hati karena lonjakan kasus Covid-19 bisa ter­jadi akibat adanya varian baru. “Kami selalu memonitor varian baru,” kata Budi.

Sebelumnya, World Health Organization (WHO) mengkonfirmasi temuan varian Omicron XE. Badan Kesehatan Dunia itu menyatakan, ada indikasi varian Omicron XE 10 persen lebih mudah menular daripada subvarian BA.2.

Baca juga : Omicron Sudah Ada Di 19 Provinsi, Tapi Tenang, Vaksin Covid Masih Efektif

Dilansir UX Express, varian BA.2 yang meru­pakan subvarian dari strain Omicron adalah strain virus yang paling dominan atau menyumbang 86 persen dari semua kasus. Sementara, XE hanya menyumbang sebagian kecil dari kasus, tetapi memiliki tingkat transmisi yang tinggi.

Netizen berusaha tenang menghadapi muncul­nya Omicron XE. Mutasi virus dianggap lumrah. Menghadapinya, tetap prokes secara ketat.

Baca juga : Penundaan Pemilu Terlaksana Jika Dukungan Rakyat Kuat

Akun @pandemictalks mengungkapkan, Covid-19 varian Omicron XE sudah semakin mendekati Indonesia. Thailand sudah melapor­kan kasus pertama. Meski pasien Omicron XE di Thailand hanya mengalami gejala ringan, masyarakat tetap diminta waspada. “Waspada ya, tetap prokes,” imbaunya.

Prof Zubairi Djoerban dalam akun @ProfesorZubairi menjelaskan katakteristik virus Corona varian XE. Yaitu, rekombinan Omicron BA.1 dan BA.2. Ada 600-an kasus XE di Inggris. Tingkat pertumbuhan 9,8 persen di atas BA.2. Mudah menu­lar 10 persen daripada BA.2 (WHO). [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.