Dewan Pers

Dark/Light Mode

Omicron Sudah Ada Di 19 Provinsi, Tapi Tenang, Vaksin Covid Masih Efektif

Rabu, 16 Maret 2022 06:00 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito (Foto: Istimewa)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengumumkan, subvarian Omicron BA.2 telah terdeteksi di 19 provinsi di Indonesia.

"Berdasarkan data GISAID tanggal 13 Maret lalu, sejak awal tahun 2022, mulai terlihat kenaikan Omicron BA.2. Di Indonesia, jumlahnya telah mencapai 8.302 sequences di 19 provinsi di Indonesia," beber Wiku dalam konferensi pers perkembangan penanganan Covid-19, Selasa (15/3).

Berita Terkait : Deklarasikan Dukungan, Relawan Milenial Dari 18 Provinsi Siap Menangkan Sandiaga Uno Di Pilpres 2024

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan lonjakan kasus Covid di sejumlah negara, kini banyak disumbang oleh subvarian Omicron BA.2.

"Beberapa negara kita amati dan pelajari laju penularannya seperti di Hong Kong, Korea Selatan, Inggris yang kita ketahui mengalami peningkatan kasus perawatan karena adanya peningkatan varian baru dari Omicron, yaitu subvarian BA.2," jelas Nadia dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/3).

Berita Terkait : Kasus Covid Di 10 Provinsi Mulai Turun, Yang Lain Ayo Nyusul

Nadia menambahkan, kejadian ini perlu terus kita monitor dan pelajari. Terutama, karakteristik Omicron varian BA.2 yang memiliki tingkat transmisi tinggi, atau lebih cepat menular. Di samping dapat memicu tingkat keparahan penyakit, apabila terinfeksi.

"Gejala yang umumnya timbul mirip dengan subvarian BA.1, yang saat ini mendominasi distribusi virus di Indonesia," ucap Nadia.

Berita Terkait : AS Roma Sudah Habis Rp 1,9 Triliun, Mou Masih Belum Puas

Vaksin Covid-19 yang beredar di Indonesia dipastikan masih efektif, untuk mencegah seluruh subvarian Omicron.

"Pada prinsipnya adalah melengkapi vaksinasi dua dosis. Vaksin dosis ketiga atau booster akan meningkatkan pertahanan kita, termasuk terhadap subvarian Omicron," tutur Nadia. [HES]