Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jalin Silaturahmi Untuk Hapuskan Kebencian Dan Intoleransi

Sabtu, 14 Mei 2022 12:43 WIB
Dai milenial Habib Husein Ja`far Al Hadar (Foto: Istimewa)
Dai milenial Habib Husein Ja`far Al Hadar (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari Raya Idul Fitri tidak hanya diperingati sebagai hari kemenangan setelah satu bulan penuh umat Muslim berpuasa. Idul Fitri juga momentum menjalin silatarahmi untuk menghapuskan kebencian dan intoleransi.

Dai milenial Habib Husein Ja'far Al Hadar mengatakan, budaya silaturahmi pada Idul Fitri menjadi momen penting guna saling mengenal dan berkomunikasi satu sama lain. Sehingga kesalahpahaman dan sentimen buruk dapat hilang oleh keberkahan dari silaturahmi itu sendiri.

Berita Terkait : Jokowi: Komitmen Negara Maju Untuk Isu Pembiayaan Iklim Sangat Rendah

Silaturahmi itu di dalamnya bukan hanya ada pemaafan dan pemberian maaf, tapi ada kesepahaman, kesalingkenalan satu sama lain. Karena kenal, masalah menjadi terurai dan kalaupun ada masalah menjadi termaafkan,” ujar Habib Husein Ja'far Al Hadar, di Jakarta, Jumat (13/5).

Ia melanjutkan, membangun silaturahmi sejatinya mampu mengurangi perbedaan di antara individu. Sehingga budaya silaturahmi yang berkembang di Nusantara ini perlu terus dilestarikan untuk menjaga kearifan lokal juga menjadi momen untuk lebih memahami esensi ajaran agama.

Berita Terkait : Silahturahmi Keberagaman Untuk Toleransi Dan Kerukunan

Untuk melestarikan dan menjaga silaturahmi, lanjut Habib Ja'far, pertama adalah dengan mengetahui betapa besarnya pahala bagi orang yang menjaga tali silaturahmi dan betapa besar dosanya orang yang memutus silaturahmi itu. Dia lalu mengutip hadits Nabi soal kerugian memutus silaturahmi. Nabi Muhammad juga memuji orang-orang yang saling memaafkan, sehingga menjadi pahala bagi yang menjaga tali silaturahmi dan dosa bagi yang mengutusnya.

Kedua, mengetahui manfaat silaturahmi. Menurutnya, silaturahmi adalah cara terbaik setelah sebelumnya terjadinya pertengkaran tanpa persoalan, atau salah paham. Ia uga menyinggung terkait enggannya generasi muda untuk ikut menjalin dan membangun silaturahmi. Ia menilai hal ini akibat daripada pola pikir para pemuda yang pragmatis dalam melihat hubungan.

Berita Terkait : Perbankan Diingatkan Untuk Selektif Salurkan Kredit Ke Perusahaan Batu Bara

“Kalau tidak ada hubungan bisnis atau tidak ada kepentingan di antara mereka untuk bertemu ya nggak bertemu. Itu yang membuat mereka enggan melakukan silaturahmi. Justru hubungan-hubungan yang berbasis kultural itu yang menjadi kekuatan bagi mereka termasuk dalam bisnis,” jelasnya.

Ia menilai, saat ini justru forum silaturahmi seperti forum motor, forum mobil, atau forum hobi bersama bisa menjadi bagian dari silaturahmi. Hal tersebut tumbuh dari kesadaran pada kesamaan hobi atau kesamaan fashion. Bahkan nantinya pada dasarnya tanpa kesamaan itu sendiri justru dalam titik perbedaan mereka seharusnya membangun silaturahmi agar bisa mengurangi perbedaan di antara mereka. Karena itu, perlu membentuk media komunikasi, baik secara online maupun offline, untuk menjadi ruang publik yang sehat bagi masyarakat yang akhirnya bisa mengobrol secara terbuka tanpa ada kebencian, tanpa ada prasangka  dan lain sebagainya.
 Selanjutnya