Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gubernur Ganjar Luncurkan Gerakan Jogo Ternak

Senin, 6 Juni 2022 22:59 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berupaya menjaga hewan ternak warganya dengan gerakan Jogo Ternak.

Ganjar menjelaskan, gerakan ini akan melibatkan berbagai komunitas yang ada di Jateng sebagai pendamping. Selain itu, dia juga meminta keterlibatan perguruan tinggi untuk menyempurnakan Jogo Ternak.

"Saya membuat gerakan Jogo Ternak dan nanti akan ada komunitas-komunitas yang kita sebut sebagai Bolo Ternak agar mereka semuanya bisa mendampingi," tuturnya di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (6/6). 

Berita Terkait : Beliberlian.id Luncurkan Produk Perhiasan Terjangkau

"Saya minta untuk kerja sama dengan perguruan tinggi dan komunitas untuk bisa membantu pergerakannya," sambung Ganjar. 

Selain itu, Ganjar menyebut, pihaknya akan mendirikan posko di sejumlah titik untuk mendukung gerakan ini. Nantinya, kata Ganjar, masyarakat bisa menyampaikan aduan terkait PMK ke nomor 082111087606.

Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan, pihaknya juga akan mengontrol mobilitas hewan ternak. Dia pun menyebut, Pemprov Jateng akan mengawasi seluruh pasar hewan dan menyiapkan obat dan vaksin untuk ternak. 

Berita Terkait : HUT Ke-1, Eating Reorder Gelar Talkshow Dan Luncurkan Aplikasi ER Terbaru

"Yang kedua kita mengatur mobilitas, ini kerja sama dengan Polda dan Satgas Pangan. Kita minta ada titik-titik agar bisa mengontrol lalu lintas hewan yang ada," tutur Ganjar. 

"Nanti saya akan sebarkan surat edaran agar semua pasar hewan dijaga. Kita juga akan atur lalu lintasnya. Jadi obat sedang kita siapkan, vaksin mungkin pertengahan bulan ini sudah jadi dari Kementerian," sambungnya. 

Berdasarkan data per Minggu (5/6), ternak suspect PMK di Jateng sebanyak 8.410. Sementara, sebanyak 264 ekor ternak positif terjangkit PMK, sudah diobati 8.246 ekor, sudah membaik 725 ekor, sedang sakit 5,925 ekor, sudah dipotong 71 ekor, dan telah mati 77 ekor. (MRA)