Dewan Pers

Dark/Light Mode

DPR Dukung Kementan Lakukan Percepatan Produksi Vaksin PMK

Selasa, 24 Mei 2022 12:43 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat melakukan monitoring tindakan karantina hewan ternak di Cilegon/Ist
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat melakukan monitoring tindakan karantina hewan ternak di Cilegon/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada ternak di berbagai daerah.

Untuk itu, Komisi IV DPR mendukung Kementan melakukan percepatan produksi vaksin guna mencegah dan mengendalikan wabah PMK secara menyeluruh.

“Saya mensyukuri bahwa Bapak Mentan menginfokan sudah menemukan serotipe untuk virus ini, sehingga vaksin bisa segera diproduksi di dalam negeri dan dipastikan sudah selesai Agustus nanti. Semoga ini bisa segera kita laksanakan, tentunya sasarannya untuk ternak yang belum terinfeksi, sedangkan yang sudah terinfeksi ini segera ambil langkah-langkah,” ujar Anggota Komisi IV DPR Hanan Rozak dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR dan Mentan di Senayan, Jakarta, Senin (23/5).

Berita Terkait : DPR Sahkan RUU Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Hari Ini

Anggota Komisi IV DPR Hermanto juga memberikan dukungan yang sama untuk Kementan segera melakukan percepatan produksi vaksin PMK. Upaya ini menjadi dukungan aktif Kementan untuk peternak, utamanya menjelang Idul Adha.

“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pak Menteri bersama jajaran, dalam waktu cepat bisa melakukan langkah-langkah konkret dari Aceh, Jawa Timur sampai Indonesia bagian Timur,” kata Hermanto. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam raker tersebut menyebutkan upaya –upaya konkret Kementan dalam penanganan wabah PMK, meliputi:  penguatan posko dan gugus tugas penanganan PMK di tingkat nasional/provinsi/kabupaten,  pembatasan lalulintas ternak, koordinasi dengan Satgas Pangan dan instansi lain serta distribusi obat dan vitamin kepada peternak. 

Berita Terkait : Mentan Jalankan Perintah Presiden

Selanjutnya, Kementan juga akan menyediakan vaksin sesuai rekomendasi Komisi Obat Hewan yang dilakukan melalui impor maupun produk dalam negeri oleh Pusvetma Kementan, pelatihan penanganan PMK kepada petugas Kesehatan Hewan, petugas Inseminator dan Pelayan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB), dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) melalui penderasan informasi positif, leaflet, video, dll.

Berdasarkan hasil penemuan serotipe virus PMK tersebut, saat ini Pusvetma Kementan sedang membuat vaksin PMK yang ditargetkan selesai Minggu ke-4 Agustus 2022.

“Selanjutnya akan diikuti langkah vaksinasi massal seluruh populasi ternak yang berpotensi terkena PMK,” tutup Syahrul.■