Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rutin Kumpulkan Relawan

Jokowi Galang Kekuatan Dukung Jagoannya

Minggu, 12 Juni 2022 06:11 WIB
Presiden Jokowi menghadiri acara Relawan Tim 7 Jokowi. (Foto: Antara)
Presiden Jokowi menghadiri acara Relawan Tim 7 Jokowi. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain mesin partai politik, kemenangan Presiden Jokowi dalam dua kali Pilpres tidak lepas dari kerja keras para relawannya. Jokowi tentunya berharap para relawannya itu kembali berperan di Pilpres 2024. Nggak heran, bila belakangan ini, Jokowi rutin kumpulkan relawan. Harapannya agar para relawan ini menggalang kekuatan untuk mendukung capres yang dijagokan Jokowi. 

Sejak maju di Pilkada DKI tahun 2012, hingga 2 kali mengikuti pemilihan presiden, Jokowi dikenal memiliki banyak relawan pendukung. Mereka datang dari berbagai kalangan. Mulai dari akademisi, aktivis, sampai artis. Sebagian dari mereka bisa dibilang masuk dalam kategori garis keras alias die hard. Manut apapun dawuh Jokowi. 

Namun usai kemenangannya yang kedua kali di Pilpres, intensitas Jokowi ketemu relawan sangat jarang. Berbeda dengan kepemimpinan Jokowi di periode pertama yang kerap bolak-balik mengumpulkan relawan. Ada yang diundang ke Istana, tak sedikit juga relawan yang mengundang Jokowi untuk hadir. 

Kini, ketika sudah masuk tahun politik, sudah banyak tokoh yang bermanuver menjadi capres, Jokowi mulai unjuk gigi lagi. Dalam sebulan terakhir, Jokowi sudah tiga kali hadir bersama-sama relawannya. Dimulai dari kehadiran Jokowi dalam acara rakernas Projo di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5) lalu. Kelompok relawan ini dipimpin oleh Budi Arie Setiadi yang kini duduk sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 

Awal Juni lalu, giliran relawan Seknas Jokowi yang berkumpul dan mengadakan acara. Hanya saat itu, Jokowi tiak hadir. 

Kemarin, Jokowi kembali mengumpulkan relawannya  di E-Convention Ancol, Jakarta. Kali ini, kelompok relawan yang dikumpulkan adalah Relawan Tim 7 Jokowi. Kelompok relawan yang hadir yaitu  Posraya Indonesia, Gerakan Rakyat Nusantara, Laskar Cahaya Timur Indonesia, Relawan Sepeda, Garamiro, Kerja Cerdas Ikhlas, dan Timbul Sehati Indonesia. 

Jokowi yang tampil dengan kemeja putih dan celana hitam tiba di lokasi yang sekitar pukul 2 siang. Turun dari mobil, Jokowi melambaikan tangan menyapa ratusan relawan yang sudah menunggunya. Saat menuju ke arena, Jokowi dengan ramah menerima ajakan salaman.

Berita Terkait : Jokowi: Kebangetan Banget

Dalam pidatonya, Jokowi mengaku sebenarnya sudah lama ingin menemui para relawannya. Awalnya, ia merencanakan akan mengumpulkan relawan pada awal 2020 atau tak lama setelah Pilpres 2019 usai. Namun, keinginannya itu tak terlaksana lantaran keburu datang pandemi. Keinginannya itu baru terlaksana hari ini. Ia mengaku senang, karena semangat para relawan masih sama saat seperti di pilpres lalu. 

"Saya senang sekali hari ini kita bisa bersilaturahmi, bisa berkumpul kembali, dan ingin ngobati kangen saya dan juga mengobati kangen bapak ibu sekalian," kata Jokowi, yang disambut tepuk tangan. 

Jokowi lalu mengajak para relawannya untuk  menjaga stabilitas sosial, politik, ekonomi, dan keamanan. Sebab, lanjut dia,  kalau negara tidak stabil, dikit dikit digoyang, dikit dikit demo, negara akan kesulitan membangun. 

Terakhir, Jokowi menyinggung soal Pilpres 2024. Eks Gubernur DKI itu berpesan, agar para relawan tidak buru-buru dalam menentukan sikap politiknya. Alasannya, saat ini masih ada persoalan negara yang penting untuk diselesaikan. 

"Kita ini sedang bekerja keras menyelesaikan persoalan-persoalan besar negara. Karena itu, saya mengajak tidak usah tergesar-gesa dulu. Kita bekerja keras menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Tidak usah grasa-grusu," ujarnya. 

Jokowi pun meminta kepada para relawan untuk mendengarkan suara dan keinginan rakyat. Menurut dia, keputusan dalam Pilpres nanti merupakan hal yang harus diputuskan bersama. 

"Sekali lagi, kalau momentumnya sudah tepat, saya akan ajak bicara. Satu per satu akan saya tanya dan kita dengan energi yang penuh 'full' mendukung siapapun yang sudah kita putuskan bersama," kata Jokowi. 

Berita Terkait : Penting, Regulasi Larangan Ideologi Yang Bertentangan Dengan Pancasila

Pesan ini juga disampaikan Jokowi saat hadir di rakernas Projo. Namun dalam kesempatan itu, Jokowi  memberi sinyal dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang ikut hadir dalam acara tersebut. 

Acara diakhiri dengan pembacaan deklarasi Panca Dharma. Setiap pimpinan Relawan Tim 7 kemudian menandatangani pernyataan tersebut. Jokowi lalu menaiki panggung dan menerima lalu mengenakan  jaket bertulisan Relawan Tim 7 Jokowi.

Apa isinya?  Salah satu isi deklarasi itu menyatakan Tim 7 akan mendukung apapun arahan Jokowi di 2024. "Keluarga besar relawan Tim 7 Jokowi, sekali lagi menegaskan bahwa kami akan selalu satu komando, gandeng renteng, madep mantep dan satu sikap, selalu bersama Jokowi. Satu sikap 2024 bersama Jokowi," kata Ketua Relawan Muda Tim 7, Jepri. 

Jepri memastikan  relawan solid dan akan terus menunjukkan sikap setia kepada Jokowi. Ia menyebut, pihaknya berkomitmen selalu mengawal kerja yang dilakukan Jokowi. 

Lantas siapa yang akan didukung Jokowi? Hingga kini, Jokowi memang belum secara terang-terangan memberikan restunya kepada salah satu tokoh yang dijagokan bakal maju sebagai capres. Namun, saat hadir di acara Projo, Jokowi sempat memberi sinyal dukungannya kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

Dukungan Jokowi pada Ganjar ini, tentunya berseberangan dengan maunya PDIP. Di internal banteng, mayoritas pengurus mendukung Ketua DPR, Puan Maharani yang diusung. Inilah yang menimbulkan kecurigaan, kalau di Pilpres 2024, Jokowi dan Mega punya jagoan berbeda. 

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menilai Jokowi masih mencermati dinamika di internal PDIP. Presiden ketujuh itu diyakini tidak akan gegabah menunjukkan dukungan kepada figur yang dijagokannya secara terang benderang sebelum Mega ambil keputusan.

Berita Terkait : Bareng Ganjar, Jokowi Rayakan Hasil Panen Ribuan Petani Perhutanan Sosial

"Jokowi masih berusaha menjajaki komunikasi politik terhadap Ketua Umum PDI Perjuangan untuk mempertimbangkan Ganjar sebagai calon presiden yang akan diusung oleh PDI Perjuangan," kata Bawono.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan, pengumpulan relawan oleh Jokowi dalam sebulan terakhir bukan hal biasa. Nuansa politiknya, cukup kental. Apalagi memasuki tahun politik. 

Dedi menduga, Jokowi sedang menggalang kekuatan untuk ikut berpartisipasi di pilpres nanti. Mungkin saja ada arahan dari PDIP misalnya, untuk melakukan konsolidasi politik dalam proses regenerasi. 

"Sehingga Jokowi harus mulai meng-endorse siapa calon yang akan didukung sekaligus melakukan pemanasan sebelum bekerja melakukan propaganda politik," kata Dedi, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, tadi malam. 

Kedua, lanjut dia, bisa saja Jokowi jalan sendiri. Ia menggalang kekuatan relawannya untuk mendukung jagoannya sendiri. Tidak terafiliasi dengan tokoh yang  akan didukung PDIP. "Jadi pengumpulan relawan ini punya tujuan  personal. Untuk mengamankan kepentingan politiknya di 2024," ungkapnya. 

Kemungkinan lain, kata dia, Jokowi mengumpulkan para relawannya untuk menjaga relasi. Agar para relawan ini tidak bermanuver mencari jalan sendiri di pilpres nanti. Jadi Jokowi harus tetap memelihara relawannya agar tetao setia dan mengikuti arahannya.  Jokowi perlu melakukan ini karena sudah ada beberapa kelompok relawan yang sudah mengarahkan dukungan di pilpres nanti. Sebut saja misalnya Jokowi Mania yang beralih nama menjadi GP Mania. Manuver seperti ini tentu saja bikin Jokowi tidak nyaman. 

"Jokowi ingin memanfaatkan relawan. Bukan relawan yang memanfaatkan. Karena itu perlu dikumpulkan untuk nenggalang kekuatan sekaligus mempererat hubungan agar tetap di bawah kendali Jokowi," tuntasnya.