Dewan Pers

Dark/Light Mode

Usulkan Duet Pemersatu Bangsa

Paloh Dilawan Banteng

Rabu, 29 Juni 2022 06:55 WIB
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. (Foto: Ist)
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ide Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengusung duet pemersatu bangsa di Pilpres 2024 masih menuai penolakan. PDIP yang dipimpin Megawati Soekarnoputri, termasuk yang kurang sreg dengan ide itu.

Duet pemersatu bangsa yang diusulkan Paloh itu salah satunya adalah memasangkan Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan. Ganjar-Anies dinilai bisa menjadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang mewakili dua kutub yang berbeda.

Anies mewakili kubu agamis, sementara Ganjar, nasionalis. Jika Anies banyak didukung oleh kalangan oposisi atau di luar pemerintah, Ganjar justru digandrungi oleh kelompok pendukung pemerintah. Nah, jika keduanya disatukan, NasDem yakin, bisa mengakhiri polarisasi yang ada selama ini.

Berita Terkait : PPP DKI Usulkan Duet Anies-Suharso Di Pilpres 2024

Paloh mengakui sudah mengusulkan ide duet pemersatu bangsa itu ke Presiden Jokowi. Namun, tak cuma duet Anies-Ganjar, bos Media Grup itu juga mengajukan duet lainnya, yakni Anies-Puan Maharani. Opsi lainnya; Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar.

"Saya bilang, itulah impian kita bersama. Polarisasi itu hilang, mempersatukan," kata Paloh, beberapa waktu lalu.

Menurut Paloh, nama-nama duet tersebut memang ia sendiri yang mengusulkan ke Jokowi. Meskipun, diakuinya, tak punya subjektivitas dalam memilih kandidat duet tersebut.

Berita Terkait : Telkomsel Dorong Pemerataan 4G di Wilayah Jakarta Timur

"Saya akui iya (memilih komposisi), jadi apa yang bisa saya sumbangkan," imbuhnya.

Namun, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat punya pandangan lain soal ide duet pemersatu bangsa ini. 

Sosok yang membidangi Ideologi dan Kaderisasi di PDIP ini menjelaskan, persatuan bangsa merupakan ideologi. Sejatinya, telah melekat dalam Pancasila itu sendiri. Bukan ditentukan oleh orang per orang atau individu. 

Berita Terkait : Menteri Yasonna Kukuhkan Pengurus Persatuan Olahraga Pengayoman

"Eh yang mempersatukan bangsa kita, sekali lagi ya, itu bukan orang per orang lho, (tapi) yang mempersatukan bangsa kita itu ideologi ya," kata Djarot.
 Selanjutnya