Dark/Light Mode

Rupiah Tembus Rp 15 Ribu Per Dolar AS

Masyarakat Kudu Siap-siap Kencangkan Ikat Pinggang

Jumat, 8 Juli 2022 06:30 WIB
Ilustrasi Dolar AS dan Rupiah. (Foto : Istimewa).
Ilustrasi Dolar AS dan Rupiah. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terus melemah dan tembus Rp 15 ribu per dolar AS. Bahkan, diprediksi bisa mencapai Rp 16 ribu.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudisthira mengatakan, pelemahan rupiah sudah diprediksi sebelumnya. Pelemahan rupiah karena tekanan eksternal yang menguat.

Rupiah akan melemah hingga Rp 16 ribu pada akhir tahun ini,” ujar Bhima, kemarin.

Pada penutupan perdagangan, kemarin, mengutip Bloomberg, kurs rupiah me­lemah 2,5 poin atau 0,02 persen ke level Rp 15.001,5 per dolar AS.

Baca juga : Sah, Pengelolaan Bandara Kualanamu Diserahkan Ke Angkasa Pura Aviasi

Sebelumnya, pada penutupan perda­gangan Rabu (6/7), kurs rupiah melemah enam poin atau 0,04 persen ke level Rp 14.999 per dolar AS.

Bhima mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini baru babak awal. Tekanan berikutnya akan terjadi saat kenaikan Fed Rate atau suku bunga acuan AS.

“Misalnya, proyeksi Citi Group terkait risiko dunia mengalami resesi sebesar 50 persen dalam 18 bulan ke depan. Di saat bersamaan, BI (Bank Indonesia) masih menahan suku bunga acuan,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Bhima mem­inta Pemerintah mempersiapkan jika ter­jadi skenario terburuk. Yakni inflasi naik dan daya beli masyarakat kontraksi.

Baca juga : Ekonomi Masih Aman Kan?

Dia juga menyarankan kepada masyarakat segera mengencangkan ikat pinggang, dan mengatur dana darurat. “Alihkan investasi ke aset yang aman, baik dolar maupun emas,” saran Bhima.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, efek pelemahan rupiah mu­lai terasa bagi pelaku usaha. Khususnya dari produksi, akibat pembelian bahan baku semakin mahal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi santai melemahnya nilai tukar rupiah. Menurutnya, beberapa indikator ekonomi, yakni nilai tukar rupiah, suku bunga, dan inflasi, masih dinamis.

“Namun, Indonesia dari sisi neraca pembayaran, transaksi berjalannya cukup baik,” ujar Sri Mulyani.

Baca juga : Ratusan Masyarakat Demak Deklarasikan Dukungan Buat Sandiaga Uno

Akun @alhamdy_ menyayangkan pernyataan Sri Mulyani yang mengang­gap enteng pelemahan rupiah. Pernyataan Pemerintah, sering tidak sama dengan kebijakannya.

“Pemerintah suka begitu, ngomongnya nggak perlu khawatir, masih aman, tapi nanti diam-diam naikin pajak, naikin tarif,” ungkapnya.

Akun @alisyarief mengungkapkan, kondisi saat ini merupakan bukti bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. “Kurs rupiah sempat menembus level Rp 15.962 per dolar AS. Indonesia me­nangis,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.